New York, Pahami.id —
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengungkapkan beberapa rincian tentang rangkaian perdana pertemuan Dewan Perdamaian atau Dewan Perdamaian (BoP) yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari ini, Kamis (19/2) waktu AS.
Sugiono mengaku belum mendapat rincian mengenai rangkaian pertemuan Dewan Perdamaian tersebut. Namun, dia memastikan Presiden Prabowo Subianto akan mendapat kesempatan berbicara dalam pertemuan tersebut.
“Terus terang kami belum tahu formatnya. Tapi perencanaan besok akan dimulai lebih awal dari rencana semula. Pukul 08.40 (waktu AS) pertunjukan akan dimulai dan ada beberapa hal yang akan disajikan, mulai dari ketua MEMUKUL, dewan eksekutifmiliknya. “Tetapi yang pasti negara-negara anggota diberikan kesempatan untuk berbicara,” kata Sugiono usai menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, Rabu (18/2).
Sugiono mengatakan, Indonesia akan menyampaikan beberapa hal penting pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian siang ini waktu Jakarta.
Salah satunya adalah memastikan komitmen Israel yang juga anggota Dewan Perdamaian terhadap upaya perdamaian, khususnya melalui solusi dua negara. Solusi dua negara berarti menjadikan Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara yang berdaulat dan merdeka.
“Ya, yang kita tanyakan adalah sejauh mana sebenarnya (Israel) menginginkan perdamaian terjadi. Sejauh mana mereka menginginkan solusi dua negara yang kami yakini merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan situasi di sana. Dan juga sejauh mana mereka mau mengikuti aturan dan hukum internasional, piagam PBB, dan resolusi yang telah dikeluarkan,” kata Sugiono saat ditanya wartawan tentang pandangan Indonesia terhadap komitmen Israel.
Menurutnya, hal tersebut sudah tidak menjadi pertimbangan lagi, malah akan ditekankan oleh Indonesia pada pertemuan BoP malam ini.
(tim/rd)

