Berita RI Pertanyakan Keseriusan Israel soal Perdamaian Gaza di Rapat DK PBB

by
Berita RI Pertanyakan Keseriusan Israel soal Perdamaian Gaza di Rapat DK PBB


New York, Amerika Serikat, Pahami.id

Indonesia mempertanyakan komitmen Israel selama ini dalam upayanya mencapai perdamaian Palestina menyusul banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh Negara Zionis selama gencatan senjata di Jalur Gaza.

Pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mempertanyakan keseriusan Israel dalam mengupayakan perdamaian, terutama melalui solusi dua negara, dimana Israel dan Palestina hidup berdampingan sebagai dua negara berdaulat.


Ya, itu yang kami tanyakan (kepada Israel) sejauh mana mereka benar-benar menginginkan rekonsiliasi terjadi. Sejauh mana mereka menginginkan solusi dua negara yang kami yakini merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan situasi di sana, kata Sugiono usai pertemuan berlangsung, Rabu (18/2).

“Dan juga sejauh mana mereka bersedia mengikuti aturan dan hukum internasional, piagam PBB, dan resolusi yang telah dikeluarkan,” jelasnya seraya menambahkan saat ditanya wartawan tentang pandangan Indonesia terhadap komitmen Israel terhadap upaya perdamaian.

Sugiono mengatakan, dalam pertemuan DK PBB yang fokus pada Palestina, Indonesia dan negara lain juga membahas pelanggaran yang terjadi di Gaza saat gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada Oktober lalu yang memakan korban jiwa.

Hal ini, kata Sugiono, juga mengganggu kemajuan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

[Gambas:Video CNN]

“Seperti kita ketahui, sejak gencatan senjata berlaku, pelanggaran yang memakan korban jiwa terus terjadi dan inilah yang terjadi. kecemasan kita bahwa perdamaian dan kemudian gencatan senjata juga terjadi. Dan proses pembahasan arah selanjutnya, fase selanjutnya, sering kali dirusak oleh hal-hal yang bersifat pelanggaran perjanjian. “Itu yang kami sampaikan tadi,” kata Sugiono.

Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas situasi yang semakin mengkhawatirkan di Tepi Barat Palestina.

Belakangan ini, Israel terus menerapkan aturan sewenang-wenang terhadap Tepi Barat, terutama terkait tindakan keras Israel yang secara sepihak mendaftarkan wilayah yang didudukinya di Tepi Barat sebagai “milik negara”.

Tindakan sewenang-wenang Israel itu muncul beberapa hari menjelang pertemuan pertama Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk Presiden Donald Trump di Washington hari ini, Kamis (19/2).

BoP diprakarsai oleh Trump sebagai badan internasional yang akan memantau dan membantu rekonstruksi dan rehabilitasi Jalur Gaza setelah diserang brutal oleh Israel sejak Oktober 2023.

“Juga situasi di Tepi Barat yang secara de facto terjadi aneksasi oleh pendudukan Israel. Ini juga menjadi kekhawatiran kami sampaikan, ini juga akan menggerus upaya perdamaian sesuai dengan apa yang disampaikan Dewan Keamanan PBB melalui resolusi 2803 dan juga dalam proposal perdamaian yang dicanangkan Presiden Trump,” kata Sugiono.

Perkembangan ini belum pernah terjadi sejak tahun 1967. Dan ini memerlukan perhatian yang luar biasa karena seperti kita ketahui akan ada pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang diharapkan membahas proses gencatan senjata dan perdamaian yang sedang berlangsung,” imbuhnya.

(tim/rd)