Berita Mengapa Jepang Menjajah Indonesia?

by


Jakarta, Pahami.id

Sejarah hubungan Indonesia dan Jepang Komentar menarik jelang laga kedua tim nasional sepak bola di Piala Asia, Rabu (24/1) sore.

Jepang merupakan tim yang mempunyai kekuatan luar biasa dalam sepak bola. Banyak pemain kelas dunia yang punya pengalaman bermain bahkan di Liga Inggris.


Meski demikian, bek tengah Timnas Indonesia Justin Hubner optimistis tim Garuda akan berusaha semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik.

Terlepas dari pertandingan ini, Indonesia dan Jepang memiliki sejarah yang tidak boleh dilupakan.

Negara Asia Timur Ini Menjajah Indonesia pada Tahun 1942, Kenapa Bisa?

Jepang mempunyai ambisi untuk mendominasi Asia pada tahun 1930-an hingga 1940-an.

Menurut Thought Co, situs yang rutin menerbitkan artikel pendidikan termasuk sejarah, ada tiga faktor utama yang menyebabkan Jepang melancarkan invasi sebelum dan selama Perang Dunia II.

Beberapa faktornya antara lain ketakutan akan invasi dari luar, meningkatnya ultranasionalisme, dan kebutuhan akan sumber daya alam.

Jepang telah menghadapi kekuatan militer yang lebih besar daripada mereka ketika pasukan Matthew Perry dan satu skuadron Angkatan Laut AS tiba di Teluk Tokyo pada tahun 1853.

Negara ini juga mereformasi seluruh sistem politiknya melalui Restorasi Meiji, memodernisasi militer dan industrinya.

Seiring berkembangnya perekonomian dan militer Jepang, banyak intelektual dan pemimpin militer mulai berpikir bahwa mereka secara etnis lebih unggul dibandingkan negara lain. Dari pemahaman seperti inilah muncullah ultra-nasionalisme.

Pada saat yang sama, Kerajaan Eropa didirikan. Hal ini membuat Jepang khawatir.

Pada tahun 1939, Perang Dunia II dimulai. Negara-negara Eropa sibuk berperang.

Masih berkaitan dengan Perang Dunia Kedua, kekuatan Bangsa Sakura tiba-tiba menyerang pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, pada bulan Desember 1941.

Jepang juga berhasil menghancurkan pangkalan militer AS di Filipina. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke selatan menuju Hindia Belanda (sebutan Indonesia sebelum kemerdekaan) pada 11 Januari 1942.

Jepang masuk melalui Tarakan, Kalimantan Timur, dan langsung menduduki kota ini.

Tak lama kemudian, mereka memperluas kekuasaannya dari Balikpapan hingga Banjarmasin.

Tak puas dengan Kalimantan, mereka memperluas wilayah jajahannya hingga ke Ambon dan Palembang pada Februari 1942.

Daerah demi daerah yang mereka tempati membawa mereka sampai ke Pulau Jawa. Di sini tentara Jepang mendarat di tiga titik yaitu Teluk Banten, Eretan Wetan (Jawa Barat) dan Kragen.

Melihat pesatnya pergerakan Jepang, blok Sekutu yang terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, Rusia dan China berusaha menghalangi pergerakan Bangsa Sakura menuju Australia.

“Hal ini menyebabkan terbentuknya armada gabungan Amerika, Inggris, Belanda dan Australia untuk melindungi Jawa,” menurut situs sejarah dan budaya, Though Co.

Pada tanggal 27 Februari terjadilah pertempuran di Laut Jawa. Namun Jepang berhasil meraih kemenangan.

Invasi tentara Jepang yang pesat menyebabkan Belanda yang saat itu menduduki Indonesia tidak bisa berbuat banyak.

Gubernur Jenderal AWL Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer bertemu dengan Panglima Angkatan Darat Jepang Letnan Jenderal Hitoshi Imamura di Kalijati, Subang, pada tanggal 8 Maret 1942.

Pada pertemuan itu, Belanda menyerah tanpa syarat. Belanda pun segera menyerahkan kendali Indonesia kepada Jepang.

Setelah perjanjian tersebut, dimulailah penjajahan Jepang di Indonesia.

Menurut laporan forum internasional e, tujuan utama Jepang di Hindia Timur adalah karena ingin memasukkan kawasan ini ke dalam “Wilayah Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya”. Ini adalah konsep kerajaan yang didominasi Jepang.

Jepang juga berusaha mengerahkan penduduk Indonesia untuk membantu mereka pada Perang Dunia Kedua.

Tak hanya itu, Jepang juga berupaya mendapatkan cadangan logistik dan material industri perang seperti minyak bumi, timah, dan alumunium.

Jepang beranggapan bahwa sumber daya alam yang ada di Indonesia dapat memenuhi kebutuhan Perang Pasifik mereka.

Pada masa penjajahan di Indonesia, Jepang menerapkan sistem kerja paksa atau dikenal dengan istilah romusha terhadap rakyatnya.

Pada tahun 1944, Jepang mulai dikalahkan oleh sekutunya di Hindia Belanda. Keadaan mereka semakin terdesak setelah muncul pemberontakan dari penduduk lokal Indonesia.

Jepang semakin tidak berdaya setelah Amerika menjatuhkan bom di Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus. Mereka akhirnya menyerah kepada Sekutu.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);