
Jakarta, Pahami.id —
Cuaca ekstrem, hujan deras, memicu longsor tanah longsor dan banjir di beberapa titik di Kabupaten tersebut SukabumiJawa Barat.
Longsor terparah dilaporkan terjadi di jalur lingkar Geopark Ciletuh, tepatnya di Jalan Bagbagan-Kiaradua, Kecamatan Siempan.
Selain menghalangi jalan, material longsor berupa tanah tebal dan lumpur menyebabkan beberapa kendaraan terjebak di kawasan Cimapag, Kampung Loji, Kecamatan Simpenan.
Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa bergerak karena rodanya terendam tanah licin dan dalam. Menyikapi situasi tersebut, Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Sukabumi yang berpatroli di lokasi langsung turun tangan.
Petugas kesulitan mengeluarkan kendaraan yang tersangkut dengan cara mendorongnya. Polisi dan warga bahu-membahu mendorong mobil pikap dan membantu pengendara sepeda motor melewati kubangan lumpur. Petugas juga membantu mengamankan penumpang anak-anak dan perempuan saat kendaraan mereka dikeluarkan dari lumpur.
Selain di Cimapag, longsor besar juga terjadi di Desa Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Saat ini, tanah menutup seluruh jalan nasional yang menghubungkan Palabuhanratu-Pajampangan.
Kapolsek Cadangan AKP Bayu Sunarti Agustina mengatakan, jalur tersebut lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua atau empat.
Longsor tersebut dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi, kontur tanah yang tidak stabil, dan kondisi perbukitan di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua, kata Bayu, seperti dikutip. Momen BaratMinggu (11/1).
Saat ini polisi terus berkoordinasi dengan Forkopimcam, Tagana, P2BK, dan BPBD untuk pemindahan materi. Namun upaya pembersihan tersebut terhambat karena hujan yang masih terus turun sehingga menyebabkan tanah longsor yang terus menutup jalan.
Sementara itu, hujan deras juga menyebabkan banjir di Kecamatan Palabuhanratu.
Air yang tergenang masuk ke rumah-rumah penduduk dan membasahi perabotan. Kawasan ini dilaporkan menjadi titik panas banjir setiap kali hujan deras.
Lebih lanjut di Di Sini
(gil)
