Berita Krisis Air Bisa Picu Perang Besar di Masa Depan, Ini Penjelasannya

by
Berita Krisis Air Bisa Picu Perang Besar di Masa Depan, Ini Penjelasannya
Jakarta, Pahami.id

Dalam laporan bulan Januari 2026 yang diterbitkan, peneliti PBB (PBB) memperingatkan bahwa dunia sedang berada dalam kondisi “kebangkrutan air”.

Hal ini berarti meningkatnya kebutuhan manusia dan menghabiskan sistem air alami melebihi kapasitas yang dapat diisi ulang. Hal ini mengancam ketahanan energi dan pangan global serta berpotensi menyebabkan penurunan ekologi yang tidak dapat diubah.

Dampaknya pun tidak main-main, lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses yang memadai terhadap salah satu elemen penting kehidupan: air bersih.


Meskipun pemerintah dan kelompok bantuan telah membantu banyak orang, permasalahan ini diperkirakan akan semakin buruk seiring dengan bertambahnya populasi global dan semakin cepatnya perubahan iklim.

Laman Council on Foreign Relations (CFR) menulis bahwa krisis air bisa sangat bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Dalam beberapa kasus, krisis menyebabkan kerusakan yang luas, termasuk kesehatan masyarakat, pembangunan ekonomi, dan perdagangan global.

Oleh karena itu, pada bulan Januari 2026, para peneliti PBB menerbitkan laporan besar yang menyatakan bahwa istilah “krisis air” tidak lagi cukup untuk menggambarkan kerusakan struktural sistem air global.

Dunia saat ini berada dalam era “kebangkrutan air”, dimana pengambilan air permukaan dan air tanah secara berlebihan telah merusak sistem air alami hingga pada titik di mana perbaikan tidak mungkin dilakukan atau sangat mahal.

Degradasi lahan basah dan menyusutnya gletser, misalnya, “bukan sekadar tanda-tanda stres atau krisis,” kata laporan tersebut, namun merupakan gejala ekosistem yang telah melewati titik pemulihan.

Hasilnya akan menciptakan “dampak domino pada harga pangan, lapangan kerja, migrasi dan stabilitas geopolitik,” tambahnya.

Bersambung di halaman berikutnya….



Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google