Berita Kemlu RI Respons AS Tangkap Maduro, Dorong Kedepankan Dialog

by
Berita Kemlu RI Respons AS Tangkap Maduro, Dorong Kedepankan Dialog


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kementerian Luar Negeri) berbicara tentang tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Kementerian Luar Negeri dalam catatannya di X menyatakan pemerintah Indonesia terus memantau secara ketat perkembangan yang terjadi di Venezuela. Indonesia prihatin dengan apa yang terjadi di Venezuela.


Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tindakan apa pun yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menimbulkan preseden berbahaya dalam hubungan internasional dan dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi, demikian pernyataan yang dikutip pada Minggu (4/1).

Menurut Kementerian Luar Negeri, penting bagi masyarakat internasional untuk menghormati hak dan keinginan rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatannya serta menentukan arah dan masa depan negaranya.

“Indonesia mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional,” kata Kementerian Luar Negeri.

Terutama perlindungan terhadap warga sipil yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas, lanjutnya.

Sebelumnya, AS melancarkan serangan militer dan menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro di kediamannya di Caracas. Hal ini merupakan puncak dari agresi Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela sejak masa jabatan pertamanya.

Penangkapan Maduro menambah daftar panjang pemimpin nasional yang ditangkap AS. Sebelumnya, AS telah menangkap paksa pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Hussein, dan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar mereka oleh pasukan AS. Keduanya ditangkap tengah malam saat sedang tidur.

Penangkapan dan penggerebekan terhadap Maduro dan ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, unit elit Angkatan Darat AS.

Menurut Trump, Maduro ditangkap di sebuah rumah yang diklaimnya mirip benteng. Ia mengatakan rencana awalnya adalah merebut Maduro awal pekan ini, namun militer AS harus menunggu kondisi cuaca yang sesuai.

Dalam wawancara dengan Fox & Friends Weekend, Trump mengatakan Maduro berada di rumah yang dijaga ketat ketika dia hendak ditangkap.

Maduro dan istrinya dibawa dengan helikopter ke USS Iwo Jima, yang kemudian dibawa ke New York.

Ia kemudian dibawa ke pusat penahanan di Brooklyn, New York menggunakan kendaraan khusus setelah tiba di Manhattan dari Pangkalan Angkatan Udara Nasional Stewart dengan helikopter.

Maduro akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal AS di Manhattan atas tuduhan terorisme narkotika.

(dmi/dmi)