Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan bahwa Israel masih dapat bertahan hingga saat ini karena kebaikannya menghentikannya Iran memiliki senjata nuklir.
Hal itu diungkapkan Trump saat membela keputusannya mengerahkan pasukan AS untuk melawan Iran pada 28 Februari dalam wawancara di Pod Force One pada Selasa (2/6).
Trump mengatakan salah satu alasan dia melancarkan perang terhadap Iran adalah karena dia khawatir dengan program nuklir Iran.
Menurutnya, ancaman nuklir Iran semakin nyata sejak masa jabatan pertamanya. Saat itu, Trump menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015 yang dinegosiasikan pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama.
“Ini ada hubungannya dengan Israel karena mereka mungkin akan menjadi pihak pertama yang terkena serangan (nuklir Iran). Saya beritahu Anda, jika bukan karena saya, Israel mungkin tidak akan ada saat ini,” kata Trump seperti dikutip. Al Jazeera.
Dalam wawancara tersebut, Trump juga menolak anggapan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memanipulasi dirinya untuk melancarkan perang melawan Iran.
Trump bersikeras bahwa keputusan itu sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri.
“Dia (Netanyahu) memanipulasi saya? Saya yang memulainya,” kata Trump.
Trump mengatakan dia melancarkan perang terhadap Iran karena “kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir.”
Trump kemudian menyalahkan lawan-lawan politiknya karena menuduh Netanyahu memanipulasi dirinya atas perang AS di Iran, khususnya Partai Demokrat.
“Mereka hanya Dumbokrat. Orang-orang ini tidak tahu apa yang mereka lakukan,” kata Trump, menggunakan istilah satir untuk Partai Demokrat.
Hubungan Trump dan Netanyahu santer dikabarkan sedang renggang, terutama setelah laporan Axios mengungkapkan bahwa Presiden AS tersebut sudah kehabisan kesabaran dan mengumpat Netanyahu saat melakukan panggilan telepon pada Senin (1/6).
Dalam percakapan telepon tersebut, Trump disebut-sebut memarahi Netanyahu atas ancaman PM Israel yang akan mengebom Lebanon saat AS dan Iran masih berusaha merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Iran selalu menekankan bahwa gencatan senjata antara Israel dan sekutunya, milisi Hizbullah, di Lebanon adalah syarat agar negosiasi dengan AS dapat dilanjutkan.
Trump juga khawatir bahwa tindakan sembrono Netanyahu dapat merusak upayanya untuk membuat Iran menyetujui perjanjian damai ketika perang yang dia lakukan tampaknya tidak berjalan sesuai rencana.
(rds/rds)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

