Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku berharap bisa bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei, penerus mendiang ayahnya Ayatollah Ali Khamenei, diyakini terluka dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari.
“Saya ingin bertemu dengannya, dan kita mungkin bertemu suatu hari nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan,” kata Trump dalam sebuah wawancara, seperti dikutip AFP.
Trump pun mengaku pernah mendengar kabar kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei kurang baik.
“Saya belum dengar kabar dia baik-baik saja. Kalau percaya ceritanya, dia banyak luka di sekujur tubuhnya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membeberkan kondisi Mojtaba Khamenei.
Di hadapan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rubio menjelaskan, terdapat indikasi kuat bahwa Mojtaba Khamanei masih hidup dan mulai aktif memimpin Iran secara langsung.
Rubio bahkan mengklaim Mojtaba terlibat langsung dalam negosiasi antara Iran dan Washington pasca gencatan senjata pada 8 April.
Hingga saat ini, Mojtaba belum muncul di depan umum sejak serangan pertama AS dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dan melukainya di Teheran.
“Saya pikir ada tanda-tanda di luar sana bahwa dia (Mojtaba Khamenei) terlibat pada tingkat tertentu, meskipun semua komunikasinya dilakukan secara tertulis dan melalui perantara,” kata Rubio seperti dikutip Al Jazeera.
Pernyataan Rubio muncul ketika Iran sedang meninjau versi terbaru proposal Washington untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Presiden AS Donald Trump memperketat beberapa syarat dalam perundingan.
Kantor berita semi-resmi Iran MehrNews, mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding negara itu, melaporkan bahwa Teheran masih mempelajari proposal terbaru dan belum berkomunikasi dengan AS selama beberapa hari.
(Dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

