Berita Junta Militer Bombardir Myanmar 35 Kali Sejak Gempa

by


Jakarta, Pahami.id

PBB (PBB (Grb) menyatakan bahwa junta militer telah dibombardir Myanmar Setidaknya 35 kali sejak gempa bumi yang mengerikan menembak Asia Tenggara minggu lalu.

Juru Bicara Kantor Hak Asasi Manusia Ravina Shamdasani mengatakan mereka telah menerima laporan tentang lusinan serangan junta di Myanmar,

“[Kantor HAM PBB] Telah menerima laporan militer menjatuhkan setidaknya 53 serangan termasuk serangan oleh pesawat terbang dan Wirawak, artileri dan paramotor di daerah yang terkena gempa bumi, “kata Shamdasanani pada hari Jumat (4/4), mengutip Afp.


Selain itu, Shamdasani juga mengatakan bahwa setidaknya 14 serangan junta telah dilaporkan sejak mereka setuju dengan gencatan senjata.

Kelompok Persatuan Nasional Pemerintah (NUG) dan Anti-Junta setuju dengan gencatan senjata untuk dengan mudah menangani efek gempa bumi pada 2 April.

Nug menolak peraturan junta yang menggulingkan pemerintah yang sah pada Februari 2021. Sehari setelah kudeta, junta ditangkap dan bahkan membunuh siapa pun yang menentang mereka.

NUG juga secara agresif berjuang melawan Junta dan menyerukan pemulihan demokratis.

Kembali dalam gempa bumi, bencana menghantam Myanmar pada 28 Maret. Sampai saat ini, lebih dari 3.145 dan 4.589 terluka.

Tiga jam setelah gempa bumi, junta juga dilaporkan telah menggerebek Cho, kondisi Shan. Efek serangan itu adalah tujuh orang mati.

(Isa/ISN)