Berita Israel Gempur Lebanon Selatan, Klaim Targetkan Markas Hizbullah

by
Berita Israel Gempur Lebanon Selatan, Klaim Targetkan Markas Hizbullah


Jakarta, Pahami.id

tentara Israel menyerang sejumlah desa di Lebanon selatan, setelah tentara negara itu mengaku menyerang posisi Hizbullah, pada Senin (2/2).

“Kami menyerang beberapa fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah di Lebanon selatan untuk menghambat upaya rekonstruksi,” kata tentara Israel seperti dikutip bahasa Arab baru.

Israel mengatakan salah satu sasarannya berada “di tengah kawasan sipil” dan menuduh Hizbullah melanjutkan aktivitasnya dari dalam infrastruktur tersebut. Namun tuduhan itu dibantah oleh Hizbullah.


Sebelum melancarkan serangan, tentara Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga desa Kfar Tibnit dan Ain Qana di Lebanon selatan.

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikutip bahasa Arab baru, Sejumlah bangunan yang menjadi sasaran di kedua desa tersebut memang terkena dampaknya.

NNA juga melaporkan bahwa Israel juga menyerang kendaraan di dekat dua lokasi tersebut tanpa peringatan sebelumnya.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan momen penyerangan dan kerusakan yang ditimbulkan.

Pada Senin pagi, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan Israel di Ansariyeh menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Serangan lain di Qleileh, juga di provinsi selatan, melukai empat orang, menurut kementerian.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Beirut, ibu kota Lebanon, berulang kali memprotes serangan Israel di Lebanon yang dianggap melanggar gencatan senjata.

Pemerintah juga menuntut Tel Aviv mengakhiri pendudukannya di lima titik bukit di selatan.

Pada bulan Januari, tentara Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan tahap pertama rencana perlucutan senjata Hizbullah yang mencakup wilayah selatan Sungai Litani, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.

Israel menuduh Hizbullah mempersenjatai kembali dirinya dan menganggap tindakan militer Lebanon tidak memadai, sementara Hizbullah menolak tuntutan untuk menyerahkan senjatanya.

Panglima militer Lebanon dijadwalkan mengunjungi Washington minggu ini untuk menguraikan upaya perlucutan senjata Hizbullah di selatan.

Jenderal Rodolphe Haykal menegaskan misi tersebut akan terus berlanjut, namun mengatakan pendudukan dan serangan Israel yang sedang berlangsung di wilayah selatan menghambat kerja tentara Lebanon.

Menurut catatan AFP Merujuk pada laporan Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 360 orang tewas akibat tembakan Israel di Lebanon sejak gencatan senjata diterapkan pada tahun 2024.

(rnp/bac)