Jakarta, Pahami.id —
Iran mengumumkan bahwa mereka akan melakukan latihan angkatan laut menggunakan amunisi aktif di sekitar kapal perang AS.
Al Jazeera Diberitakan, latihan tembak akan digelar selama dua hari mulai Minggu (1/2) di perairan Selat Hormuz.
AS menanggapi pengumuman ini dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran jika mereka memprovokasi “tindakan tidak aman” di wilayah tersebut.
“Segala bentuk tindakan tidak aman dan tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial dapat meningkatkan risiko konflik, eskalasi, dan ketidakstabilan,” demikian pernyataan Komando Pusat AS (CENTCOM), unit militer yang bertanggung jawab di Timur Tengah.
CENTCOM memperingatkan Iran bahwa Washington memiliki kekuatan paling terlatih dan mematikan di dunia. Mereka menuntut Iran menjaga profesionalisme dan mematuhi norma-norma internasional seperti AS.
“IRGC harus melakukan hal yang sama,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Iran dan Amerika telah berselisih selama beberapa waktu. Konflik keduanya bermula dari demonstrasi berdarah Iran yang pecah pada 28 Desember dan menewaskan ribuan orang.
Presiden AS Donald Trump berjanji membantu rakyat Iran menghentikan kekerasan militer di Teheran. Trump mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, yang tiba di wilayah tersebut awal pekan ini.
Baru-baru ini, Trump mengubah alasannya membuka opsi militer terhadap masalah nuklir Teheran. Pada Jumat (30/1), ia memberi tenggat waktu kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya sesuai dengan tuntutan AS.
Trump meminta Iran untuk berhenti mengembangkan program nuklir dan rudal balistiknya. Iran menolak sejak awal, mengklaim program itu untuk tujuan sipil.
Berbagai aset militer AS kemudian mengikuti Abraham Lincoln ke Timur Tengah untuk memperkuat kelompok tempur kapal induk. Berbagai kapal perang dan jet tempur kini mulai ‘mengepung’ Iran.
Pada 27-29 Januari, Iran menindas AS dengan memulai latihan angkatan udara di Selat Hormuz. Kini, Teheran sudah mulai melakukan latihan penembakan dengan peluru tajam di perairan selat penting tersebut.
(blq/biaya)

