Berita Ganjar dilaporkan KPK, Massa Demo di Semarang Dukung Proses Hukum

by


Semarang, Pahami.id

Masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi setelahnya Hadiahi Pranowo dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) terkait dugaan penerimaan suap.

Massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Bank Jateng di Jalan Pemuda Semarang pada Rabu (6/3).

Mereka membawa beberapa poster yang bertuliskan antara lain, Selamatkan Dana Nasabah Bank Jateng, Bank Jateng untuk Orang Tidak Resmi, dan Bersih Bank Jateng dari Koruptor.


Pada dasarnya mereka mendukung proses hukum yang dilakukan KPK terkait dugaan penerimaan gratifikasi yang dilakukan Ganjar saat masih menjabat Gubernur Jawa Tengah.

<!–

ADVERTISEMENT

/4905536/CNN_desktop/cnn_nasional/static_detail

–>

Masyarakat juga mengapresiasi Indonesia Police Watch (IPW) yang telah membuat laporan ke KPK pada Selasa (5/3) lalu.

Celakanya Bank Jateng menjadi ladang korupsi pejabat, alokasi CSR-nya tidak jelas dan tidak transparan, kata Koordinator Aksi Didi Adi Saputro dalam sambutannya.

“Aksi ini merupakan wujud kecintaan kami terhadap Bank Jateng, salah satu aset BUMD milik masyarakat Jawa Tengah yang banyak membantu kepentingan masyarakat kecil, bagaimana keadaannya seperti ini. Untung ada IPW yang berani. untuk mengungkapnya dan mengadu ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujarnya.

Beberapa tuntutan yang dilontarkan masyarakat, yakni membersihkan Bank Jawa dari campur tangan pejabat dan kepentingan politik, hingga mengganti Komisaris yang makan gaji buta.

Kemudian mengusut tuntas pegawai dan pejabat yang terlibat dalam konspirasi korupsi, memperbaiki sistem kerja secara profesional dan menjaga integritas sebagai bank yang profesional.

“Kami menuntut Bank Jawa segera berbenah, tidak ingin mencampuri pejabat untuk kepentingan politik. Pecat Komisaris dan pegawai yang terbukti terlibat praktik korupsi,” kata Didi.

Masyarakat Aliansi Masyarakat Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi meminta dilakukan proses hukum terkait dugaan penerimaan hadiah yang dilakukan Ganjar Pranowo (Pahami.id/Damar)

Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Herry Nunggal yang ditemui massa aksi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian masyarakat terhadap Bank Jateng.

Herry menegaskan Bank Jateng akan menjaga integritasnya sebagai bank profesional yang membantu masyarakat.

Terkait pengaduan IPW ke Komite Pemberantasan Korupsi, Herry mengatakan Bank of Java akan berkomitmen mematuhi proses hukum saat penyidikan dan penyidikan dimulai.

Terima kasih atas perhatiannya, hingga saat ini kami masih berkomitmen bekerja yang terbaik untuk Bank Jateng. Tuntutan kami akan kami sampaikan kepada manajemen. Terkait aduan KPK, kami hanya menghormati proses hukum, kata Herry usai menemui massa aksi.

Indonesia Police Watch (IPW) melaporkan dugaan suap tersebut ke KPK pada Selasa (5/3) lalu.

Terkait hal tersebut, IPW melaporkan Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2023. Pihak lainnya dikabarkan adalah Direktur Utama Bank Jateng periode 2014-2023, Supriyatno.

Sugeng mengatakan dugaan cara menerima suap yang dilaporkan ada dalam bentuk uang kembali.

Suap tersebut, lanjutnya, diduga diterima dari perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kredit kepada kreditur Bank Jateng

Uang kembaliDiperkirakan jumlahnya mencapai 16 persen dari nilai premi. Sekarang uang kembali “16 persennya dialokasikan ke 3 partai,” kata Sugeng.

Lima persen untuk operasional Bank Jateng pusat dan daerah, 5,5% untuk pemegang saham Bank Jateng yang terdiri dari pemerintah daerah atau bupati, 5,5% diberikan kepada pemegang saham operator Bank Jateng yang diduga Bupati Jateng berinisial GP, ” dia menambahkan.

Sugeng menduga perbuatan tersebut dilakukan pada periode 2014-2023 dengan total nominal imbalan melebihi Rp 100 miliar.

Sugeng menjelaskan, pemegang saham operator Bank Jateng adalah Gubernur Jawa Tengah yang pada periode itu adalah Ganjar Pranowo. Atas dasar itu, dia pun melaporkan Ganjar ke KPK.

Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan laporan yang diterima terkait dugaan suap di Bank Jawa. Kepala Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, laporan tersebut akan ditindaklanjuti dan dikonfirmasi.

“Setelah kami cek, memang benar ada laporan masyarakat yang meragukan. Kami langsung menindaklanjutinya dengan konfirmasi terlebih dahulu oleh bagian pengaduan masyarakat KPK,” kata Ali.

Secara terpisah, Ganjar Pranowo membantah terlibat dugaan suap dan suap di Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah.

“Saya tidak pernah menerima hadiah/gratifikasi dari yang dituduhkannya,” kata Ganjar saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (5/3).

(dmr/bmw)

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);