Berita Demak Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam

by
Berita Demak Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam


Jakarta, Pahami.id

pemerintah Kabupaten Demam menentukan status tanggap darurat banjir dan bencana alam lainnya pasca banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Penetapan status tanggap darurat bencana ini untuk memudahkan koordinasi dengan seluruh jajaran, kata Bupati Demak Eisti’anah di Demak, seperti dikutip dari di antaraRabu (18/2).


Ia menambahkan, sebelumnya pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB agar seluruh elemen bisa bergerak bersama dalam penanggulangan bencana.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono mengatakan banjir masih melanda beberapa desa di sejumlah kecamatan antara lain Kebonagung, Guntur, Mranggen, dan Sayung. Namun secara umum kondisi mulai berangsur normal.

Banjir di kawasan Sayung terjadi akibat meluapnya Sungai Dombo. Sementara itu, banjir di beberapa wilayah lain mulai surut, antara lain di Tlogoweru, Kebonagung, dan Perumahan Arion di Mranggen, hingga dapur umum yang sebelumnya beroperasi juga mulai ditarik.

Namun pemantauan tetap dilakukan terutama di wilayah terdampak jebolnya bendungan di Pilangwetan yang menyebabkan banjir di Kampung Tlogosih karena aliran air yang lama surut.

Selain itu, banjir akibat rusaknya tanggul Sungai Tuntang yang menyebabkan terputusnya jalur Jalan Grobogan-Semarang di kawasan Kebonagung, juga mulai surut secara bertahap.
Agus menjelaskan, status tanggap darurat bencana ditetapkan mulai tanggal 17 Februari 2026 dan berlaku hingga 14 hari ke depan. Status ini telah ditingkatkan dari status siaga bencana sebelumnya.

Menurut dia, peningkatan status tersebut dilakukan agar operasional dapat dilakukan lebih cepat, antara lain penggunaan anggaran darurat, pemberian pengendalian operasional, serta upaya pengoperasian tanggul sementara.

“Saat ini jumlah desa terdampak semakin berkurang dan banjir berkurang karena air terus mengalir. Pintu air di hilir juga dibuka untuk memperlancar aliran,” ujarnya.

Langkah ini juga diharapkan dapat mempercepat pengeringan lahan pertanian, khususnya sawah yang belum panen sehingga masyarakat masih bisa menyelamatkan hasil panennya.

Pemantauan terhadap kondisi lapangan terus dilakukan terutama di wilayah aliran air dari jebolnya bendungan untuk memastikan banjir telah surut seluruhnya dan tidak menimbulkan dampak lebih lanjut.

(antara/ugo)