Jakarta, Pahami.id —
Warga di Amerika Serikat membeli perbekalan di supermarket, menjelang cuaca dingin ekstrem yang diperkirakan berubah menjadi bencana yang mengancam 160 juta orang.
Di beberapa kota di negara bagian AS, warga sedang menyiapkan perbekalan makanan dan kebutuhan pribadi, karena cuaca dingin yang ekstrim dikatakan menyebabkan gangguan transportasi, pemadaman listrik, dan bahkan kondisi yang mengancam jiwa.
Dilansir AFP, badai besar ini diperkirakan akan membawa campuran hujan beku dan salju lebat mulai akhir pekan ini.
Layanan Cuaca Nasional AS mengatakan badai tersebut akan membawa akumulasi es yang menghancurkan, berpotensi menyebabkan pemadaman listrik dan kondisi perjalanan yang sangat berbahaya.
Prakiraan cuaca memperkirakan akan terjadi salju lebat, hujan es dan hujan beku, disertai suhu beku, yang akan melanda dua pertiga bagian timur negara tersebut, sehingga mengancam gangguan perjalanan dan menyebabkan pemadaman listrik secara luas.
“Ini adalah badai yang sangat kuat,” kata Jacob Asherman, ahli meteorologi di Pusat Prakiraan Cuaca AS di Maryland. Ia menyebut badai tersebut merupakan badai terbesar musim ini, baik dari segi intensitas maupun cakupannya.
Asherman mengatakan Jumat (23/11) suhu dingin hingga minus 50 derajat Fahrenheit terjadi di Dakota dan Minnesota. Ia memperingatkan bahwa paparan suhu dingin tanpa pakaian yang layak dapat dengan cepat menyebabkan hipotermia.
Badai dahsyat ini merupakan akibat dari peregangan pusaran kutub, yaitu wilayah kutub udara dingin dan bertekanan rendah, yang mengirimkan udara dingin menyebar ke seluruh Amerika Utara.
“Bahkan di daerah yang biasanya mengalami cuaca dingin pada bulan Januari, ledakan Arktik ini sangat berbahaya,” katanya.
Di New York, Gubernur Kathy Hochul memperingatkan warga untuk tetap tinggal di dalam rumah saat cuaca dingin.
“Lima atau enam menit di luar ruangan dapat membahayakan kesehatan Anda,” kata Hochul.
Setidaknya 16 negara bagian AS dan Washington DC mengumumkan keadaan darurat dan bersiap untuk memobilisasi kru dan sumber daya tanggap bencana. Banyak kota juga telah membuka tempat penampungan sementara.
(Dna)

