Berita AS Susun Draf Aturan untuk Gaza, Hamas Masih Boleh Bawa Senjata

by
Berita AS Susun Draf Aturan untuk Gaza, Hamas Masih Boleh Bawa Senjata


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat (AS) saat ini sedang menyusun proposal untuk Jalur Gaza, Palestina, yang salah satunya termasuk mengizinkan kelompok milisi Hamas simpan senjatanya.

Sejumlah pejabat dan orang-orang yang mengetahui proposal tersebut mengatakan kepada The New York Times bahwa Hamas akan diizinkan untuk menyimpan sejumlah senjata kecil, setidaknya untuk sementara. Sebaliknya senjata berat harus diserahkan sejak awal.


Menurut sumber, usulan ini bertujuan untuk melucuti senjata Hamas secara bertahap. Skema ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau lebih.

Proposal ini akan disampaikan kepada Hamas dalam beberapa minggu mendatang.

Draf tersebut disiapkan oleh tim kepemimpinan AS, termasuk menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner; Utusan khusus AS untuk misi penjaga perdamaian Steve Witkoff; dan mantan pejabat senior PBB Nickolay Mladenov.

Rencana pelucutan senjata bertahap ini mewakili upaya signifikan AS dalam menghancurkan Hamas. Ini adalah elemen kunci dari 20 poin rencana Trump untuk Gaza.

Jika Hamas setuju, hal ini akan menjadi terobosan dalam melemahkan monopoli kekuasaan Hamas. Kelompok tersebut sejauh ini belum berkomentar.

Belum jelas siapa yang akan mengambil alih senjata Hamas di masa depan. Juga belum diketahui bagaimana proses ini akan dilakukan.

Israel kemungkinan besar tidak akan menarik pasukannya dari Gaza sampai senjata Hamas benar-benar dilucuti. Israel sejak awal menyerukan perlucutan senjata Hamas dan berjanji akan melumpuhkan kelompok tersebut.

Sebaliknya, Hamas tidak pernah secara terbuka menyatakan kesediaannya menyerahkan senjatanya. Pembahasan mengenai hal ini hanya menimbulkan perpecahan dalam kelompok.

Banyak anggota Hamas yang menganggap menyerahkan senjata sama dengan menyerah kepada Israel, dan hal ini bertentangan dengan ideologi Hamas.

Pejabat senior Hamas Khaled Meshal mengatakan pada Minggu (8/2) bahwa kelompoknya akan menyimpan senjatanya, namun tidak berencana menggunakannya dalam waktu dekat.

“Selama ada pendudukan, akan ada perlawanan,” ujarnya dalam sebuah acara di Doha, Qatar.

(blq/dna)