Lampung, Pahami.id –
Jalur lintas -jalan arteri (JALINSUM) Mulai penuh sesak dengan wisatawan sepeda motor dan mobil pribadi yang ingin kembali ke Jawa kemunduran H+3 Idul Fitri, Kamis (3/4).
Faktanya, wisatawan terjebak dalam lalu lintas 2,5 kilometer saat berada di pintu masuk tempat wisata di Kampung Merakan, Kalida, Lampung Selatan.
Pemantauan Cnnindonesia.comSekitar pukul 11:00 WIB, ratusan wisatawan yang menggunakan kendaraan sepeda motor mulai terlihat melekat pada arteri jalinsum dari Kota Bandarlampung ke Pelabuhan Bakuheni, Lampung Selatan.
Pelancong sepeda motor didominasi oleh Jakarta (b) dan kendaraan mandiri (a), tetapi bersama dengan istri dan anak -anak mereka dan membawa suvenir dan barang -barang lainnya yang ada di belakang sepeda motor mereka.
Sebagian besar wisatawan motor berkendara dalam kelompok 10 hingga 15 unit sepeda motor. Mereka (wisatawan) berjalan di tangan mereka melintasi bagian Jalinsum ke Bakuheni.
Selain pelancong sepeda motor, dicatat bahwa wisatawan yang menggunakan kendaraan roda empat ingin kembali ke Java Cross Jalinsum.
Ketika dia tiba di Jalinum tepat di pintu masuk Toll Sidomulyo di Kampung Sukamarga, ada garis kendaraan kepulangan hingga 1 kilometer. Di mana kemacetan lalu lintas ini terletak di pintu masuk ke lokasi wisata Marina Beach.
Kemudian titik kemacetan lalu lintas kedua yang terletak di Jalinsum ke Bakuheni, juga terjadi di depan pintu masuk ke objek wisata di Kampung Merakanan, Kalida. Pergantian kendaraan mudik, turun hingga 2,5 kilometer.
Dua -rod dan empat wisatawan, hanya bisa berjalan perlahan dari Bandarlampung City ke Bakuheni dan sebaliknya.
Petugas Kantor Polisi Lampung Selatan, yang berada di lokasi, segera mengendalikan arus lalu lintas untuk mengungkap kemacetan.
Kemacetan berlangsung selama satu jam, setelah itu terurai dan para wisatawan dapat melanjutkan perjalanan mereka ke pelabuhan Bakuheni tanpa hambatan.
Turis sepeda motor dari Tangang, Sopyan (43) ke Cnnindonesia.com Dia mengatakan dia dan tiga saudara laki -laki dan 15 wisatawan sepeda motor lainnya dari sepeda motor yang sama dari Tangerang berangkat dari pusat Lampung Central pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB.
Ketika dia tiba di Jalinum tepat di pintu masuk ke objek wisata merak, dia dan rombongannya terperangkap dalam lalu lintas selama setengah jam karena banyak kendaraan pergi ke lokasi wisata. Setelah itu, kemacetan lalu lintas dapat dijelaskan.
“Ya, ini segera, meskipun tidak berhenti bepergian untuk waktu yang lama. Untungnya, para pejabat dari polisi yang bertugas di lokasi dengan cepat dan dengan cepat mengungkap kemacetan,”
Dia mengatakan saat beristirahat di sebuah stan di tepi Jalinsum di Dewan Perwakilan Rakyat pada Kamis sore (3/4).
Menurutnya, dia secara tidak sengaja meninggalkan pagi hari dari rumah orang tuanya, jadi dia bisa beristirahat di jalannya dan tidak harus terburu -buru ke pelabuhan Bakuheni.
Hal yang sama yang dikatakan oleh wisatawan sepeda motor lainnya, Ilham, yang juga terkena kemacetan lalu lintas dua kali saat bepergian ke Jalinsum, sebelum pintu masuk Tol Sidomulyo dan sebelum pintu masuk ke pantai di daerah Peacock.
“Dua kali saya ditabrak kemacetan lalu lintas saat berada di Jalinsum, tetapi tidak bertahan lama dan kemacetan lalu lintas bisa dengan cepat dihancurkan,” katanya Cnnindonesia.com.
Kemudian seorang turis sepeda motor yang akan kembali ke Pulau Jawa, dipantau oleh orang -orang yang berhenti bersantai di beberapa lokasi di tepi Jalinsum seperti kios yang menjual suvenir, toko waralaba (Alfamart dan Indomaret) dan pompa bensin.
Tren wisata yang akan kembali ke Jawa setelah menghabiskan liburan Idul Fitri dari berbagai wilayah di Sumatra termasuk Lampung, akan terus meningkat hingga akhir pekan, Sabtu dan Minggu (5-6 April 2025).
Berdasarkan data transportasi cabang PT ASDP Bakuheni setiap 24 jam di H+1 Halloween, jumlah wisatawan dari Jawa yang telah melintasi pelabuhan adalah 61.845 penumpang kedua -dua pejalan kaki dan kendaraan.
Meskipun jumlah kendaraan adalah 15.888 unit kendaraan, jumlahnya dibagi menjadi dua 6.323 unit, empat roda 8.637 unit, bus 281 dan 647 unit truk.
(Zai/isn)