Berita Anwar Ibrahim Kecam Serangan AS-Israel ke Iran Tewaskan Khamenei

by
Berita Anwar Ibrahim Kecam Serangan AS-Israel ke Iran Tewaskan Khamenei


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Malaysia Serangan udara besar-besaran AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut pemimpin negara tetangganya, serangan AS-Israel terhadap Iran telah menempatkan kawasan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan.

“Saya mengutuk pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan,” kata Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Minggu (1/3) seperti dikutip kantor berita Malaysia. Bernama.


Menurut Anwar, mereka yang menyambut kematian Khamenei perlu menyadari konsekuensinya, dan menekankan bahwa ancaman eksistensial jarang menimbulkan reaksi yang dapat diprediksi.

Anwar menegaskan, serangan militer asing yang disengaja terhadap kepala negara merupakan preseden berbahaya dan melemahkan norma dan prinsip yang mendasari tatanan internasional.

“Pada saat yang sama, saya mendesak pihak berwenang Iran untuk menahan diri. Malaysia setuju dengan pernyataan negara tersebut yang menyerukan semua pihak untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut,” ujarnya.

Anwar menyatakan kekhawatiran utama Malaysia adalah keselamatan rakyatnya di Iran, negara-negara Teluk, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas.

Dia meyakinkan seluruh warga Malaysia di wilayah yang terkena dampak bahwa pemerintah terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan mereka.

“Perwakilan kami telah diberi amanah dan sumber daya penuh untuk membantu warga Malaysia,” kata Anwar.

Selat Hormuz

Pemerintah Malaysia juga mengkaji dampak ekonomi dari konflik tersebut, termasuk risiko terhadap wilayah udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. katanya.

Menurut Anwar, perdagangan dan keamanan energi Malaysia terkena dampak langsung, dan pemerintah akan bertindak seperlunya untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Malaysia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil dan kembali ke dialog yang tulus.

Anwar menegaskan, penyelesaian krisis tidak bisa dicapai melalui kekerasan, melainkan membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik yang kuat.

(antara/anak-anak)