Berita 5 Hari Banjir di Cikande Tangerang, Tinggi Air Masih Hingga 2 Meter

by
Berita 5 Hari Banjir di Cikande Tangerang, Tinggi Air Masih Hingga 2 Meter


Tanggerang, Pahami.id

Banjir masih terendam ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten pada hari kelima.

Banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian terjadi sejak Senin (12/1) hingga hari ini, Jumat (16/1).

Pemantauan CNNIndonesia.com Di salah satu lokasi terdampak, banjir akibat luapan air Sungai Cidurian masih merendam pemukiman warga.


Ketinggian air yang teramati berkisar antara 60 sentimeter hingga 2 meter.

Beberapa perahu evakuasi masih bersiap membantu pergerakan masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, sejumlah warga terlihat sibuk mengamankan barang-barang elektronik yang masih tertinggal di dalam rumah.

Kegiatan juga terlihat berlangsung di dapur umum, warga menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada pengungsi di posko, dan masyarakat yang memilih tetap tinggal di rumahnya.

Sementara itu, di posko pengungsian, sejumlah warga terlihat beraktivitas, termasuk anak-anak yang mengisi waktunya dengan bermain gadget.

Salah satu warga, kata Iis, air banjir yang merendam rumahnya hingga setinggi dada orang dewasa, belum menunjukkan tanda-tanda surut.

“Sudah sekitar seminggu, masih belum surut. Rumah saya sekarang sudah setinggi dada orang dewasa,” kata Iis (40), salah satu pengungsi.

Iis menjelaskan, ketinggian air yang merendam rumahnya tidak stabil karena faktor cuaca. Kalau hujan, airnya naik. Kalau panas, airnya akan menyusut.

“Kemarin surut, tapi hujannya tidak berlangsung lama, jadi naik lagi,” jelasnya.

Situasi banjir yang tak kunjung surut membuat para pengungsi khususnya anak-anak merasa jenuh berada di pengungsian. Oleh karena itu, IIS berharap banjir segera surut dan warga dapat beraktivitas normal kembali.

“Ini paling parah, biasanya banjir hanya dua atau tiga hari, tapi sudah seminggu masih belum surut,” ujarnya.

Penyembuhan trauma

Korban banjir di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, hingga Jumat ini masih banyak yang mengungsi di posko pengungsian. Anak-anak yang sudah berpindah-pindah sejak awal minggu mulai merasa bosan dan membutuhkan penyembuhan trauma.

Di Posko Pengungsian Perumahan RW 03 Taman Cikande, warga masih terjebak di pengungsian karena rumahnya masih terendam air setinggi 2 meter.

Memantau lokasi pengungsi, terlihat hamparan tikar pengungsi yang tidur di lantai. Sedangkan pakaian basah milik korban banjir dijemur di halaman pos.

Anak-anak terlihat menghabiskan waktunya dengan bermain gadget, sedangkan orang tua sibuk memasak dan mengobrol dengan pengungsi lainnya.

Seorang pengungsi, Liharmawati, mengatakan putranya mulai merasakan tanda-tanda bosan setelah dipindahkan selama lima hari.

“Anak saya terus bertanya kapan mau pulang, bosan, cerewet karena sudah hampir seminggu berada di pengungsian,” kata Liharmawati.

Kata dia, gangguan psikologis akibat banjir juga menimpa anak-anak lain yang berada di pengungsian. Sebab, aktivitas normal anak-anak terganggu akibat bencana banjir.

“Anak-anak di sini sekitar 10 orang. Aktivitas mereka hanya bermain di sini, bosan banget. Tiap hari minta pulang, tapi kalau banjir seperti ini,” jelasnya.

Selain bantuan psikologis, kata Liharmawati, anak-anak pengungsi juga membutuhkan peralatan sekolah seperti seragam, sepatu, dan buku pelajaran yang rusak atau tersapu banjir.

Sekadar informasi, banjir di Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, sudah terjadi sejak Senin pekan ini, dan hingga kini belum sepenuhnya surut.

(ayah/anak laki-laki)