Jakarta, Pahami.id —
Salah satu perwira militer senior di Iran melontarkan ancaman langsung kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Teheran memperingatkan bahwa tindakan militer AS akan memicu pembalasan brutal terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Ancaman tersebut muncul di tengah laporan bahwa setidaknya satu kapal induk AS mulai mengubah posisi menuju Timur Tengah sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan dengan Teheran.
Jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohsen Rezaei, yang juga anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, melontarkan ancaman kepada Trump dalam pidato publiknya.
“Trump bilang tangannya sudah di pelatuk. Kami akan memotong tangan dan jarinya,” kata Rezaei seperti dikutip dari Iran Internasional.
Selain itu, Rezaei juga menegaskan Iran akan membatalkan segala bentuk perundingan mengenai gencatan senjata jika diserang.
“Jika kita bergerak maju, tidak akan ada lagi perundingan gencatan senjata. Mundur sekarang, jika tidak, tidak ada pangkalan Anda di wilayah ini yang akan aman,” tambahnya.
Meluncurkan Berita RubahSumber militer mengonfirmasi bahwa aset udara, darat, dan laut AS bergerak untuk memberikan opsi militer bagi Trump jika ia memerintahkan serangan terhadap Iran.
Tidak jelas apakah kapal induk yang dikerahkan adalah USS Abraham Lincoln atau armada lain yang baru saja meninggalkan Norfolk dan San Diego.
Mohsen Rezaei adalah tokoh militer yang sangat kuat di Iran. Dia adalah mantan Komandan IRGC. Mohsen Rezaei telah masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS sejak Januari 2020 karena diduga memajukan tujuan destabilisasi Iran.
Di sisi lain, kerusuhan internal Iran sudah memasuki hari ke-19. Badan Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) menyatakan setidaknya telah dilakukan 2.677 penangkapan.
(Wow)

