Jakarta, Pahami.id —
Kemlu mengungkap kronologi tiga warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Pulau Socotra, Yamanminggu lalu
Hal tersebut disampaikan Plt Pejabat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam jumpa pers di Gedung Palapa Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1).
“Mereka terjebak di Socotra karena wilayah udara di Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi saat terjadi serangan militer di pelabuhan Mukalla Yaman pada 30 Desember,” kata Yeni.
Ia kemudian berkata, “Dan orang-orang Indonesia ini tidak bisa meninggalkan Socotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi.”
Heni melanjutkan, ketiga WNI tersebut masuk ke Socotra melalui jasa operator tur yang berbasis di Uni Emirat Arab.
Kini, kasus ketiga WNI tersebut ditangani oleh beberapa perwakilan Indonesia seperti KBRI Muscat, KBRI Abu Dhabi, dan KBRI Riyadh.
Heni mengatakan KBRI juga telah berkomunikasi dengan WNI dan memastikan mereka dalam keadaan sehat.
Jadi berdasarkan pantauan terakhir, pagi ini pun kami masih menginformasikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia dalam kondisi baik, sehat, dan aman, ujarnya.
Heni mengatakan, per 7 Januari penerbangan sudah dibuka. Namun WNI tersebut belum juga diangkut meski namanya sudah terdaftar.
KBRI Muscat dan KBRI Abu Dhabi, lanjutnya, akan terus mendorong ketiga WNI tersebut untuk mengikuti penerbangan hari ini atau besok.
Yaman sedang bergejolak setelah Arab Saudi menyerang Pelabuhan Mukalla beberapa hari lalu.
Saudi menganggap kapal yang dikirim Uni Emirat Arab ke Pelabuhan Sanaa tanpa izin. Kapal tersebut juga diyakini membawa senjata untuk kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).
Awal bulan ini, pasukan STC menyerbu Yaman selatan dan merebut sebagian besar provinsi Hadramawt.
Ketua Dewan Kepresidenan Yaman yang didukung Arab, Rashad Al Alimi, menuduh UEA memerintahkan STC untuk “melemahkan dan memberontak terhadap otoritas negara melalui eskalasi militer.”
(isa/bac)

