Berita 13 Anggota KPPS di DKI Dirawat, 1 Pengawas Pemilu di Sulsel Meninggal

by


Jakarta, Pahami.id

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan ada 13 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus menjalaninya pemeliharaan karena masalah kesehatan.

“Dari personel KPSS yang mendapat pelayanan kesehatan, saat ini dirawat 13 orang. Sedangkan personel non KPPS ada empat orang yang dirawat,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Sabtu (17/10). ). 2).

Ani mengatakan, penyakit yang dialami petugas mayoritas merupakan penyakit bawaan seperti hipertensi dan darah tinggi serta penyakit ringan seperti batuk, pilek, gangguan lambung, dan sakit kepala.


Sebagai perbandingan, berdasarkan data yang dipaparkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI pada Pemilu 2019, penyakit yang dialami petugas KPPS sebagian besar didominasi oleh penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

<!–

ADVERTISEMENT

/4905536/CNN_desktop/cnn_nasional/static_detail

–>

Menurut Ani, angka tersebut didapat setelah Dinas Kesehatan mendata pasien baik pejabat KPPS maupun non-KPPS, antara lain pejabat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara. . (PPS), saksi, petugas. , dan masyarakat.

Meluncurkan di antarapendataan ini terintegrasi dengan sistem Pencatatan dan Pelaporan Pemilu 2024 dari Kementerian Kesehatan (Aplikasi Data Fasilitas Kesehatan Online/DFO).

Ia mengatakan, sebelumnya Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan beberapa upaya untuk menjamin kesehatan petugas KPPS. Pihaknya dan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) memberikan pelayanan kesehatan terpadu termasuk kepada penyelenggara Pemilu 2024.

“Beberapa program kesehatan bagi anggota KPPS telah kami buat. Mulai dari screening calon anggota KPPS, hingga melakukan screening kesehatan terhadap 137.355 peserta,” kata Ani.

153 pemantau pemilu di Sulsel jatuh sakit, 1 meninggal

Sementara Bawaslu Sulsel menyatakan, sebanyak 153 pengawas tingkat kelurahan, kelurahan, dan desa serta pengawas TPS (PTPS) sakit sejak hari pencoblosan 14 Februari.

“Sampai saat ini tercatat ada 153 inspektur yang drop out saat bertugas sejak 14 Februari,” kata Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, Sabtu (17/2).

Bahkan, kata Mardiana, salah satu pengawas desa di Kabupaten Bone dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya.

“Hari ini ada 1 orang lagi yang meninggal dunia, Camat di Bawaslu Kabupaten Bone,” ujarnya.

Seorang anggota PKD bernama Firman meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Umum (RSUD) Tenriawaru Bone siang tadi.

“Pasien masuk sebelum hari pemilihan dan pada tanggal 14 menjalani cuci darah. Beberapa kali menjalani cuci darah,” kata Humas RS Teriawaru Bone, Dedy Astaman.

Dedy menjelaskan, penyebab meninggalnya petugas PKD tersebut bukan karena kelelahan.

“Dia meninggal bukan karena kelelahan, hanya kurang sehat saat bertugas,” jelasnya.

(Antara/mir/dmi)

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);