Berita Waswas Serangan AS ke Iran, Turki Perketat Perbatasan

by
Berita Waswas Serangan AS ke Iran, Turki Perketat Perbatasan


Jakarta, Pahami.id

Turki bersiap memperketat keamanan perbatasan jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran, Kamis (29/1).

Seorang pejabat senior Turki mengatakan kepada AFP bahwa langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.


“Jika AS menyerang Iran dan rezimnya jatuh, Türkiye berencana mengambil tindakan tambahan untuk memperkuat keamanan perbatasan,” kata pejabat tersebut, yang menolak disebutkan namanya.

Sebagai anggota NATO yang berbatasan langsung dengan Iran dengan jarak 530 kilometer, Türkiye kerap menyuarakan penolakannya terhadap operasi militer yang menargetkan Republik Islam Iran.

Menurut pejabat tersebut, sebagian wilayah perbatasan kedua negara telah dilengkapi tembok sepanjang 380 kilometer, namun tindakan tersebut dinilai “tidak cukup efektif”.

Untuk saat ini, para pejabat Turki memilih untuk tidak menggunakan istilah “zona penyangga”.

“Rencana yang sedang dipertimbangkan mencakup peningkatan penggunaan teknologi keamanan perbatasan serta penambahan personel militer,” kata pejabat itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan tindakan Trump “salah” dan Washington akan mendapat konsekuensi yang mengerikan jika melancarkan serangan terhadap Iran jika tujuannya terkait dengan program nuklir Teheran.

Dia mengatakan masalah ini bisa diselesaikan melalui diplomasi.

“Adalah suatu kesalahan untuk memulai perang lagi. Iran siap untuk merundingkan kembali masalah nuklirnya,” kata Fidan dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Fidan mengatakan AS bisa memulai perundingan dengan Iran dan menyelesaikan perselisihan secara bertahap dibandingkan langsung menghilangkan semuanya sekaligus.

“Saran saya kepada teman-teman Amerika saya adalah menyelesaikan masalah dengan Iran satu per satu. Mulailah dengan masalah nuklir, selesaikan. Lalu lanjutkan ke masalah lainnya,” katanya.

Washington tidak mengesampingkan intervensi militer baru terhadap Teheran menyusul tindakan keras Iran terhadap gelombang protes bulan ini.

Menurut organisasi hak asasi manusia, demonstrasi berdarah di Iran telah memakan ribuan korban jiwa.

Pada Senin (26/1), Komando Pusat AS menyatakan bahwa pasukan angkatan laut AS yang dipimpin oleh kapal induk telah dikerahkan di perairan Timur Tengah, meski lokasinya belum diungkapkan.

Sementara Iran menyatakan tidak takut dan siap berperang jika diserang. Sejak Selasa (27/1), Teheran telah menggelar latihan tempur di Selat Hormuz yang akan berlangsung hingga Kamis.

(rds)