Berita Wakapolri Tambah Direktorat PPA-PPO di Titik Rawan Perdagangan Orang

by
Berita Wakapolri Tambah Direktorat PPA-PPO di Titik Rawan Perdagangan Orang


Jakarta, Pahami.id

Wakil Kapolri Komjen Dedi Prasetyo juga menyinggung pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak Perdagangan Manusia (PPA-PPO) tidak akan berhenti di 11 Polda dan 22 Polres.

Dedi menjelaskan, Direktorat ini akan terus ditambah khususnya di daerah-daerah yang menjadi fokus perdagangan manusia seperti Polda Kepulauan Riau, Maluku Utara, Bali, dan Banten.

Dedi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran RI (P2MI) mengenai hal-hal penting yang perlu ditambahkan ke Direktorat PPA-PPO.


“Ada beberapa Polda yang belum, kita sudah diskusi dengan Pak Wamen bahwa akan ada penambahan untuk Kepri, Kalimantan Utara, lalu Bali, Banten, Maluku Utara,” jelasnya.

Dedi menjelaskan, penambahan Direktorat PPA-PPO dilakukan sebagai bentuk mitigasi terhadap kejahatan perdagangan orang yang dapat terjadi di seluruh tanah air.

“Ada beberapa Polda yang akan kami sediakan guna menekan kejadian kejahatan TPPO secara maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan berdasarkan data periode 2020 hingga 2023, Kamboja dan Myanmar menjadi lokasi utama eksploitasi TKI.

“Peta korban WNI di kawasan Asia dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pusat eksploitasi yang terkenal di Kamboja, Filipina, dengan titik transit di Thailand, Laos, dan Myanmar,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, khusus Filipina, terdapat perbedaan pola perlintasan jaringan TPPO. Pasalnya, garis pantai kedua negara ini sangat luas sehingga memiliki banyak pintu masuk.

“Ada perbedaan pola (masuk jaringan TPPO), khususnya di Indonesia dan Filipina. Ini negara kepulauan yang garis pantainya sangat luas, pintu masuknya banyak,” tutupnya.

Sebelumnya, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo resmi meluncurkan Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Manusia (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polda.

Peresmian Direktorat PPA-PPO juga dihadiri Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri PAN-RB Rini Widyanti, dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

“Hari ini kami melantik 11 Polda dan 22 Polda untuk membentuk Direktorat PPA dan PPO di tingkat Polda dan Polda,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (21/1).

Irjen Pol berharap keberadaan Direktorat PPA-PPO di tingkat daerah dapat mengatasi permasalahan yang menjadi fenomena gunung es selama ini.

(tfq/dal)