Berita Vietnam Minta Trump Tunda Tarif Timbal Balik AS dan Buka Negosiasi

by


Jakarta, Pahami.id

Vietnam Meminta presiden Amerika Serikat Donald Trump Keterlambatan untuk menerapkan 46 persen tarif timbal balik untuk negara dan 10 persen di seluruh dunia.

AS akan memaksakan tarif timbal balik pada 9 April.

Kementerian Perdagangan Vietnam menyampaikan permintaan dalam catatan diplomatik tak lama setelah pengumuman Trump, dikutip Bangkok PostJumat (4/4).


Dalam rilis resmi, pemerintah Vietnam menyatakan bahwa Menteri Perdagangan Nguyen Hong Dien dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Green “akan segera” mengadakan diskusi melalui telepon.

Kepala Departemen Pengembangan Pasar Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Ta Hoang Linh, juga mengatakan bahwa masih ada “ada ruang untuk diskusi dan negosiasi.”

Linh mengatakan barang -barang Vietnam yang diekspor ke Amerika Serikat sebagian besar bersaing dengan barang -barang dari negara lain, bukan produk Amerika.

Selain itu, Linh mengatakan Vietnam berencana untuk mengirim delegasi lain ke AS akhir pekan ini. Delegasi itu dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Ho Duc Phoc.

Pada hari Kamis, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengatakan tarif itu tidak sejalan dengan hubungan baik antara kedua negara. Dia juga mengarahkan pembentukan gugus tugas untuk merespons dengan cepat.

Tarif baru AS dapat menghalangi tujuan Vietnam dengan pertumbuhan tinggi dalam meningkatkan pertumbuhan setidaknya 8 persen tahun ini.

Menurut laporan baru -baru ini dari Kantor Perwakilan Perdagangan AS, tarif pajak rata -rata Vietnam adalah 9,4 persen, produk utama AS yang diekspor ke Vietnam dikenakan tarif pajak impor sebesar 15 persen atau lebih rendah.

Oleh karena itu, pada kenyataannya, produk kena pajak Vietnam jauh lebih rendah daripada yang dihitung sebesar 90 persen atau 46 persen.

(FRA/Isa/FRA)