Daftar isi
Jakarta, Pahami.id —
Serangan yang menargetkan umat Islam dan masjid terjadi di berbagai negara selama bulan suci Ramadhan Ramadan.
Ancaman dan serangan mulai dari pembakaran dan pengrusakan masjid, pengiriman surat ancaman, penembakan di tempat ibadah, hingga insiden penembakan umat Islam usai salat terjadi di beberapa negara.
Rangkaian peristiwa ini memicu kecaman luas dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan tempat ibadah di tengah Ramadhan yang seharusnya khusyuk dan damai.
Penyerangan terhadap komunitas Muslim juga menimbulkan kegelisahan di kalangan jemaah, yang kini merasa cemas untuk meninggalkan rumah dan salat di masjid setempat.
Berikut beberapa negara yang melaporkan kejadian ini selama Ramadhan.
Daftar Isi
Palestina
Israel membakar dan merusak sebuah masjid di Tepi Barat yang diduduki selama bulan suci Ramadhan.
Menurut kantor berita Wafa, para pemukim melukis slogan-slogan rasis di dinding Masjid Abu Bakar as-Siddiq yang terletak antara Sarra dan Tal, dekat Nablus, di wilayah utara Tepi Barat.
Jamaah yang datang untuk salat subuh melihat pintu masuk masjid terbakar dan dipenuhi asap hitam, serta beberapa kerusakan di area bangunan, seperti dilansir AP.
Saya kaget saat membuka pintu. Api menghanguskan kawasan ini, kaca pecah dan pintu rusak, kata Munir Ramadan, warga sekitar, dikutip Al Jazeera.
Amerika Serikat
Sebuah masjid di Matamoras, Pike County, Pennsylvania, AS, menjadi sasaran tembakan pada Sabtu (21/2).
Polisi Pike County mengatakan setidaknya empat tembakan dilepaskan ke tempat ibadah Muslim tersebut.
Mengutip laporan News 12 Westchester, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 waktu setempat di Islamic Center Pike County dan berdekatan dengan kejadian penembakan seorang imam di Islamic Center Utah.
Anggota dewan Islamic Center of Pike County Jim Abdulrahaman mengatakan peluru menghantam pintu, jendela, lampu gantung, dan rak sepatu.
Ada peluru yang menembus pintu. Mereka menembak hingga menembus sini, mengenai lampu gantung, lalu menembus pintu, ujarnya.
Bahasa inggris
Polisi di Manchester, Inggris, menangkap seorang pria yang diduga membawa senjata tajam ke Masjid Pusat Manchester pada Selasa (24/2).
Asisten Kepala Kepolisian Manchester, John Webster mengatakan, pria berusia 40-an itu diduga memasuki area masjid dengan membawa senjata saat jamaah sedang menunaikan ibadah.
“Kami segera mendatangi lokasi, menggeledah tersangka, menangkapnya, dan menyita sejumlah barang bukti antara lain kapak, pisau, dan obat golongan B,” kata Webster seperti dilansir AFP.
Sebelumnya, polisi mendapat laporan adanya dua pria yang diduga masuk ke dalam masjid dengan membawa senjata. Meskipun satu orang telah ditangkap, yang lainnya belum diidentifikasi oleh pihak berwenang.
Australia
Dilaporkan MandiriPolisi Australia sedang menyelidiki surat ancaman yang dikirim ke Masjid Lakemba di Sydney barat, masjid terbesar di negara itu, menjelang Ramadhan.
Surat yang diterima Rabu (25/2) itu berisi gambar babi dan ancaman “membunuh umat Islam”. Pihak berwenang menyita surat-surat untuk pengujian forensik dan meningkatkan patroli di tempat-tempat ibadah dan acara-acara komunitas.
Insiden ini merupakan yang ketiga dalam beberapa pekan terakhir, setelah sebelumnya masjid-masjid menerima pesan serupa, termasuk ilustrasi umat Islam di dalam masjid yang terbakar.
Polisi juga telah menangkap dan mendakwa seorang pria berusia 70 tahun sehubungan dengan salah satu surat ancaman yang dikirim pada bulan Januari.
Afrika Selatan
Komunitas Muslim di Cape Town berduka setelah tokoh agama terhormat, Moulana Mustaqeem Wanza, tewas dalam insiden penembakan pada malam pertama Ramadhan.
Menurut South Africam News, Wanza ditembak pada Rabu malam, tak lama setelah memimpin salat Tarawih di Masjid Salaamudien, kawasan Lentegeur, Mitchells Square.
Pengurus masjid menyebut Wanza baru saja menunaikan tugasnya memimpin salat Tarawih saat penyerangan terjadi.
Peristiwa itu terjadi di luar kawasan masjid di Jalan Candytuft saat ia sedang dalam perjalanan menuju kediaman rekannya
(rnp/dna/bac)

