Berita Ukraina Tuduh Hungaria-Slovakia Lakukan Pemerasan Energi

by
Berita Ukraina Tuduh Hungaria-Slovakia Lakukan Pemerasan Energi


Jakarta, Pahami.id

Ukraina menuduh Hongaria dan Slowakia mengeluarkan ‘ultimatum dan pemerasan’ energi setelah kedua negara mengancam akan memutus pasokan listrik darurat ke Kyiv jika Ukraina tidak segera melanjutkan transit minyak Rusia.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengutuk keras ancaman tersebut. Kyiv menilai tekanan yang dilakukan baik oleh negara anggota Uni Eropa maupun NATO tidak dapat dibenarkan, apalagi di tengah perang yang sedang berlangsung.

“Ukraina menolak dan mengutuk tindakan bermuka dua dan pemerasan yang dilakukan pemerintah Hongaria dan Republik Slovakia mengenai pasokan energi antar negara kita,” kata Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah pernyataan, mengutip Reuters.


“Ultimatum tersebut seharusnya ditujukan kepada Kremlin, dan tentu saja bukan kepada Kyiv.”

Sengketa minyak Rusia

Pengiriman minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia telah dihentikan sejak 27 Januari, ketika serangan pesawat tak berawak Rusia dilaporkan mengenai peralatan pipa di Ukraina barat. Kyiv menyalahkan gangguan tersebut pada serangan Moskow, sementara Bratislava dan Budapest menyalahkan Ukraina atas penutupan minyak yang sudah berlangsung lama.

Slovakia dan Hongaria adalah dua negara Uni Eropa yang masih sangat bergantung pada minyak Rusia yang disalurkan melalui jaringan pipa Druzhba era Soviet yang melintasi Ukraina.

Perdana Menteri Slovakia Robert Fico mengatakan pada Sabtu (22/2) ia akan meminta perusahaan listrik milik negara, SEPS, untuk memutus pasokan listrik darurat ke Ukraina dalam waktu dua hari jika transit minyak Rusia tidak dipulihkan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán juga melontarkan ancaman serupa beberapa hari lalu.

Ketergantungan listrik Ukraina

Ancaman tersebut berpotensi menambah tekanan signifikan terhadap Ukraina. Hongaria dan Slovakia saat ini menyumbang sekitar setengah dari ekspor listrik darurat Eropa ke Ukraina.

Pasokan ini sangat penting bagi Kyiv, yang semakin bergantung pada impor energi setelah jaringan listriknya dirusak oleh serangan Rusia.

Sejak Oktober tahun lalu, Rusia telah meningkatkan serangan drone dan rudal terhadap infrastruktur energi Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik dan pemanas yang berkepanjangan, menyebabkan jutaan warga Ukraina menghadapi musim dingin yang keras tanpa pasokan energi yang stabil.

Kyiv menyebut ancaman pemadaman listrik sebagai tindakan “provokatif dan tidak bertanggung jawab” yang mengancam keamanan energi kawasan secara keseluruhan.

Di tengah ketegangan tersebut, Ukraina menyatakan masih membuka jalur alternatif untuk mengalirkan minyak ke Eropa sementara perbaikan pipa sedang berlangsung. Dalam surat yang dilihat oleh Reuters, misi Ukraina ke Uni Eropa mengusulkan pengiriman melalui sistem transportasi minyak domestik atau rute maritim Ukraina.

Salah satu opsi yang diusulkan adalah penggunaan pipa Odesa-Brody yang menghubungkan pelabuhan utama Ukraina di Laut Hitam dengan jaringan Uni Eropa.

Perselisihan ini merupakan salah satu yang paling panas antara Ukraina dan kedua negara tetangganya. Meski sama-sama anggota Uni Eropa dan NATO, kepemimpinan di Budapest dan Bratislava kerap mengambil sikap berbeda dibandingkan mayoritas negara Eropa pendukung Ukraina, dan dikenal memiliki hubungan lebih bersahabat dengan Moskow.

(sels/sel)