Berita Turis Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Mobil di Singapura

by
Berita Turis Indonesia Tewas dalam Kecelakaan Mobil di Singapura


Jakarta, Pahami.id

Seorang anak perempuan enam tahun Indonesia meninggal setelah ditabrak mobil di Chinatown, Singapura. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (7/2) sore di South Bridge Road, tak jauh dari Kuil Relik Gigi Budha, salah satu destinasi wisata populer di kawasan itu.

Mengutip laporan The Straits Times, polisi Singapura mendapat laporan adanya kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil dan dua pejalan kaki sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Korban diidentifikasi sebagai seorang wanita berusia 31 tahun dan putrinya yang berusia enam tahun.

Keduanya dalam keadaan sadar saat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa anak tersebut tak tertolong setelah mendapat perawatan atas luka parah yang dideritanya. Sementara ibu korban masih menjalani perawatan medis.


Pasukan Pertahanan Sipil Singapura mengatakan kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura setelah kejadian tersebut. Media berbahasa Mandarin Lianhe Zaobao memberitakan, ibu dan anak tersebut merupakan turis Indonesia yang sedang berlibur di Singapura.

Seorang saksi mata yang mengaku berjalan tepat di belakang korban menceritakan kronologis kejadian melalui postingan di laman Facebook SG Road Vigilante. Ia mengatakan, mobil tersebut hendak meninggalkan tempat parkir di samping candi saat menabrak korban.

“Saya pejalan kaki pertama di belakang ibu dan anaknya. Pengemudi tampak hanya menoleh ke kiri saat berbelok ke kanan,” kata saksi.

Ia juga menambahkan, mobil tersebut diduga melaju secara tiba-tiba hingga roda belakang kendaraan menabrak tubuh ibu tersebut.

Gambar dan video pasca kejadian tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria menggendong anak korban sementara sang ibu tergeletak di jalan.

Sejumlah warga terlihat menawarkan bantuan termasuk melindungi korban dari terik matahari dengan payung sambil menunggu ambulans datang.

Polisi Singapura pada Minggu (8/2) menyatakan telah menangkap pengemudi mobil tersebut, seorang wanita berusia 38 tahun. Dia ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengemudi ugal-ugalan hingga menyebabkan kematian.

Sebelumnya, polisi menyebut sang sopir masih membantu proses penyelidikan. Hingga saat ini, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan tersebut masih berlangsung.

Sebagai catatan, jumlah kecelakaan lalu lintas di Singapura menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari hingga September 2025, jumlah kecelakaan yang menyebabkan cedera dan kematian meningkat 7,4 persen menjadi 5.765 kasus, dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 5.368 kasus.

(sels/sel)