Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan memimpin Venezuela segera setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dia mengatakan AS akan mengambil alih pemerintahan sampai transisi yang aman tercapai.
Namun, Trump belum menjelaskan secara jelas sampai kapan AS akan memerintah di negara dengan cadangan minyak terbesar dunia tersebut.
“Kami akan memimpin negara ini hingga kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana,” ujarnya saat konferensi pers dari klub Mar-a-Lago di Florida, dikutip CNNSabtu (3/1).
“Kita tidak mau berurusan dengan pihak lain yang sedang berkuasa, dan situasinya sama seperti yang kita hadapi beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, kita akan memimpin negara ini,” imbuhnya.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar mereka oleh militer Amerika Serikat (AS).
Keduanya ditangkap di tengah malam saat mereka sedang tidur, kata dua sumber yang mengetahui operasi tersebut CNN.
Penangkapan dan penggerebekan terhadap Maduro dan ibu negara Venezuela dilakukan oleh Delta Force, unit elit Angkatan Darat AS. Sebuah tim agen FBI juga mendampingi pasukan operasi khusus AS dalam penculikan Maduro, menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut.
Seorang pejabat AS mengatakan penangkapan itu tidak menimbulkan korban di pihak Amerika.
Maduro akan dibawa ke New York, di mana ia akan menghadapi dakwaan di pengadilan federal Manhattan.
Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) telah mempersiapkan tuntutan terhadap Maduro dan beberapa pejabat tinggi militer Venezuela selama bertahun-tahun, menurut pejabat penegak hukum AS. Hal ini diharapkan bisa menjadi dasar dakwaan yang akan segera diumumkan.
Penculikan Maduro menandai puncak dramatis dari tekanan pemerintahan Trump selama berbulan-bulan untuk menggulingkannya dari kekuasaan di Venezuela.
Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan “serangan besar-besaran terhadap Venezuela”.
Ia menegaskan, operasi militer ini dilakukan “bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS”.
“Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan menerbangkannya keluar dari Venezuela,” tulis Trump dalam postingannya.
Sebelum pengumuman Trump, militer AS menggempur Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya hingga mengakibatkan ledakan besar di pangkalan militer utama Fortuna di kota itu pada Sabtu (3/1) pagi waktu setempat.
Saksi mata di Caracas sebelumnya juga melaporkan melihat asap hitam tebal mengepul dari fasilitas militer Fortuna, disertai suara jet tempur yang terbang rendah.
(pta)

