Jakarta, Pahami.id —
Tebing Ngarai Sianok di Kabupaten Rumah bangsawanSumatera Barat, tanah longsor Tingginya 120 meter dengan lebar 15 meter.
Longsor terjadi setelah beberapa hari diguyur hujan deras berkepanjangan di kawasan tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini.
Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa, kata Kepala Desa Guguak Tinggi Dasman, Sabtu (3/1) seperti dikutip Antara.
Menurut dia, lokasi longsor sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang.
Sudut ngarai ini oleh penduduk setempat disebut Ngarai Kaluang.
Namun longsor menyebabkan sebagian sawah warga tergerus akibat longsor. Pemerintah desa setempat telah melaporkan bencana ini ke BPBD Agam.
Longsor ini tidak terjadi satu kali saja, sudah terjadi beberapa kali. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok Bukittinggi untuk segera menjauhi sungai jika terjadi longsor, kata Dasman.
Ia mengatakan, tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di pinggir jurang masih relatif jauh dan aman dari pemukiman.
Namun kami tetap menekankan kepada warga yang bergerak di bidang pertanian atau berkebun untuk tidak mendekati tepian ngarai, tambahnya.
(pta)

