Berita Trump Rugi Rp62 T 4 Hari, Rusia Untung

by
Berita Trump Rugi Rp62 T 4 Hari, Rusia Untung

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Perang antar Iran vs Amerika Serikat dan Israel sudah memasuki hari kedelapan pada Sabtu (7/3).

Iran dan Israel-AS masih saling melancarkan serangan rudal dan drone setiap hari. Faktanya, Iran berdiri teguh dengan melancarkan serangan udara balasan terbaru yang menargetkan kapal tanker AS di lepas pantai Kuwait dan kilang minyak Bahrain.


Berikut beberapa fakta terkini mengenai meningkatnya perang di Timur Tengah:

Israel Berpendapat Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional

Israel menyatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sesuai dengan hukum internasional yang mengatur konflik bersenjata, Kamis (5/3).

Juru bicara militer Israel Nadav Shoshani mengatakan serangan yang menewaskan Khamenei “sesuai dengan hukum internasional”.

“Berdasarkan hukum internasional tentang konflik bersenjata, komandan militer yang memimpin angkatan bersenjata selama perang dapat menjadi sasaran militer yang sah,” kata Shoshani dalam X, dikutip dari AFP.

“Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran,” tambahnya, menggambarkan ayatollah sebagai “pengambil keputusan utama dalam operasi militer Iran.”

Iran Diduga Menghancurkan 20 Aset Militer AS di Bahrain, Kuwait & UEA

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah aset militer AS di beberapa negara Teluk.

Mengutip dari Al JazeeraIRGC menyatakan mereka berhasil menimbulkan kerusakan serius pada 20 aset militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab (UEA).

[Gambas:Video CNN]

Iran juga mengklaim berhasil menyerang kapal tanker milik perusahaan AS di perairan Teluk.

Departemen publisitas IRGC mengatakan kepada media pemerintah Iran, IRNA, bahwa Angkatan Laut Iran “berhasil menargetkan sebuah kapal tanker Amerika.”

AS-Israel Habiskan Rp 62 T untuk Iran Hanya dalam 100 Jam Pertama

AS dan Israel dilaporkan mengeluarkan dana sekitar US$3,7 miliar atau sekitar Rp. 62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama operasi militer melawan Iran atau sekitar empat hari perang. Sementara itu, perang Iran vs Israel-AS sudah memasuki hari ke-8 pada Sabtu (7/3).

Laporan ini ditugaskan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang berbasis di Washington.

Seperti dilansir CSIS, sebagian kecil biayanya sudah diperkirakan, namun US$3,5 miliar (sekitar Rp 59 triliun) belum masuk dalam anggaran.

Biaya tersebut sudah termasuk biaya operasional sekitar US$196 juta (sekitar Rp 3,3 triliun) dan penggantian amunisi sekitar US$ 3,1 miliar (sekitar Rp 52,2 triliun).

Selain itu, terdapat biaya penggantian kerugian pertempuran dan perbaikan infrastruktur sekitar US$350 juta (sekitar Rp 5,9 triliun).

Perang Iran vs AS-Israel ternyata membawa keuntungan besar bagi Rusia

Rusia tampaknya mendapat keuntungan besar dari perang yang sedang berlangsung antara sekutu dekatnya, Iran, dan Amerika Serikat selama seminggu terakhir.

Kremlin mengatakan perang di Iran telah memicu peningkatan permintaan produk energi Rusia.

“Kami melihat peningkatan signifikan dalam permintaan sumber daya energi Rusia seiring dengan perang di Iran,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip Jumat (6/3). Al Jazeera.

Gelombang serangan terbaru Iran menargetkan kapal tanker AS dan kilang Bahrain

Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan terbaru terhadap sejumlah aset AS di Timur Tengah, termasuk kapal tanker minyak di lepas pantai Kuwait dan kilang minyak milik Bahrain, Jumat (6/3).

Mengutip Markas Besar Khatam Al Anbiya, radio pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal AS telah dihantam dan dibakar. Markas Khatam Al Anbiya merupakan badan yang mengambil alih komando operasi angkatan bersenjata Iran selama perang.

Selain itu, di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menyatakan bahwa “rudal generasi baru” mereka telah menghantam pangkalan Amerika di negara-negara Teluk serta beberapa lokasi di Israel, termasuk Bandara Ben Gurion, Haifa, dan Tel Aviv.

Unit drone angkatan laut menargetkan lokasi militer AS di Kamp Udairi di Kuwait dengan menggunakan drone tempur, demikian pernyataan militer yang disiarkan di televisi nasional seperti dikutip Al Jazeera.

(rnp/rds)