Berita Tegang dengan Iran, di Mana Posisi Armada Perang AS Sekarang?

by
Berita Tegang dengan Iran, di Mana Posisi Armada Perang AS Sekarang?


Jakarta, Pahami.id

Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah selama ketegangan dengan Iran tetap panas.

Kapal perang AS telah berkumpul di kawasan tersebut sejak awal pekan ini, dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln. Abraham Lincoln dikawal oleh tiga kapal perusak yang dilengkapi rudal Tomahawk.

Armada perang kini berada di Laut Arab.


Laporan dari Waktu New YorkData pelacakan penerbangan mendeteksi pesawat logistik AS berulang kali terbang dari Laut Arab menuju Oman pada minggu ini.

Artinya, pesawat tempur siluman F-35 Abraham Lincoln dan pesawat serang F/A-18 berada sangat dekat dengan Iran dan dapat menargetkan puluhan sasaran di Teheran.

AS juga telah mengirimkan sedikitnya selusin pesawat serang F-15E ke Timur Tengah. Gambar satelit menunjukkan jet tempur tersebut sudah berada di pangkalan udara Washington di Yordania, tempat yang sama di mana AS melancarkan Operasi Midnight Hammer di Iran pada Juni 2025.

Data pelacakan penerbangan juga menunjukkan AS telah mengirim pesawat tambahan, termasuk jet tempur yang lebih canggih dan pesawat pengisi bahan bakar, ke wilayah tersebut.

Pentagon juga telah memasok lebih banyak sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD ke Timur Tengah untuk membantu melindungi pasukan AS dari serangan balik rudal jarak pendek dan menengah Iran.

Berdasarkan data citra satelit, pelacakan kapal, dan pelacakan penerbangan, New York Times merangkum aset militer AS telah mengepung Iran.

Rinciannya, tiga kapal perang bersiaga di Teluk Persia, dua kapal perusak di sekitar Selat Hormuz, 3 kapal perusak USS Abraham Lincoln di Laut Arab, puluhan kapal perang di Yordania, dan satu kapal perusak berpeluru kendali di Laut Merah.

Meski aset militer tersebut sudah siap, Trump belum memberikan lampu hijau untuk operasi militer. Ia tetap terbuka terhadap opsi diplomasi dengan Iran, khususnya untuk membahas program nuklir Teheran.

AS ingin Iran berhenti mengembangkan program nuklirnya. AS juga menuntut Iran berhenti mengembangkan rudal balistik dan memasok senjata ke proksinya.

Iran sejak awal menyatakan bahwa pengembangan program nuklirnya dilakukan untuk kepentingan sipil. Teheran juga menolak memenuhi tuntutan AS lainnya karena merasa fokus pembicaraan mereka hanya pada nuklir.

Trump pada Rabu (28/1) mengancam di Truth Social bahwa ia akan menyerang Iran jika Iran tidak mematuhinya. Sementara itu, Iran menegaskan siap berperang habis-habisan jika diserang.

Pada Kamis (29/1), Trump mengaku telah menugaskan tim untuk berdiskusi dengan Iran. Pada saat yang sama, ia melunakkan pendiriannya dengan membuka kemungkinan untuk menghindari operasi militer.

“Kami punya pasukan yang berangkat ke Iran. Mudah-mudahan kami tidak perlu menggunakan mereka (serangan militer),” kata Trump saat pemutaran perdana film dokumenter tentang istrinya Melania, seperti dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna)