Berita Tanggul Sungai Cidurian Jebol, Warga Kresek Tangerang Kebanjiran

by
Berita Tanggul Sungai Cidurian Jebol, Warga Kresek Tangerang Kebanjiran


Tanggerang, Pahami.id

Banjir melanda Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (5/01).

Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang belum diperbaiki meski kerusakan sudah terjadi lebih dari 10 tahun.

Pemantauan CNNIndonesia.com Di lokasi itu, air Sungai Cidurian meluap ke pemukiman warga melalui jebolnya bendungan sepanjang sekitar 5 meter.


Air banjir terlihat merendam sejumlah rumah warga dan memutus jalur jalan desa. Tak hanya itu, banjir juga merendam persawahan di sekitarnya.

Tak sedikit warga yang menjadikan banjir sebagai tempat bermain air yang tak terduga.

“Banjir ini karena tanggul jebol, saya sudah adu ke mukim, belakangan katanya, belakangan dijawab, sampai saat ini belum ada perbaikan,” kata Edi (65).

Kepala Dusun Pasir Ampo, Sukemi mengatakan, banjir merendam 115 rumah sejak Sabtu (3/1) malam lalu. Ketinggian air pun mencapai 60 hingga 70 sentimeter.

Banjir terjadi sejak Sabtu malam, hingga hari ini masih belum surut, kata Sukemi.

Sukemi mengatakan, banjir ini disebabkan tingginya debit air Sungai Cidurian dan jebolnya tanggul sepanjang 5 meter. Menurut dia, kejadian tersebut sudah terjadi 11 tahun lalu dan belum ada tanggapan dari pemerintah.

“Tanggul ini sudah jebol sejak tahun 2015, namun hingga saat ini belum ada perbaikan,” jelasnya.

Sukemi mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang pindah. Warga memilih tetap bertahan di rumahnya meski terendam banjir.

Sejak terendam banjir pada Sabtu malam, hingga kini bantuan logistik belum disalurkan kepada warga.

“Sampai saat ini belum ada yang pindah, karena warga sudah terbiasa dengan banjir seperti ini,” ujarnya.

Sukemi berharap pemerintah segera memperbaiki bendungan yang jebol sebagai upaya mengatasi bencana banjir yang kerap menghantui warga setiap tahunnya.

Saya berharap Pemda Banten segera memperbaiki bendungan ini, kasihan warga yang setiap tahunnya kebanjiran, ujarnya.

Sukemi, Kepala Kampung Pasir Ampo, mengatakan setidaknya 35 hektare sawah di kawasan itu terendam banjir sejak Sabtu pekan lalu sehingga berisiko gagal panen.

Pantauan Pahami.id di lokasi dimaksud, sawah di Kampung Pasir Ampo terendam banjir sehingga tampak seperti kolam besar. Lahan yang awalnya merupakan persawahan ini ternyata dijadikan tempat berenang warga sekitar.

Sukemi menjelaskan, air yang menggenangi lahan pertanian dalam jangka waktu lama membuat produktivitas pertumbuhan tanaman padi tidak bisa diselamatkan.

Gagal panen dipastikan karena sudah beberapa hari sawah terendam banjir, kata Sukemi.

Selain sawah, banjir juga merendam 115 rumah dan menyebabkan beberapa ruas jalan terputus. Sukemi mengatakan, ketinggian banjir bervariasi, antara 60 sentimeter hingga 1 meter.

Ketinggiannya bervariasi, antara 60 sentimeter hingga 100 sentimeter. Rumah warga terendam banjir, jelasnya.

(ayah/anak laki-laki)