Berita Spanyol Minta Pencarian Korban Kapal Karam di Labuan Bajo Diperpanjang

by
Berita Spanyol Minta Pencarian Korban Kapal Karam di Labuan Bajo Diperpanjang


Kupang, Pahami.id

Proses pencarian korban kapal karam di Labuan Bajo berlanjut selama dua hari.

Perpanjangan operasi SAR atas permintaan KBRI bahasa Spanyol di Jakarta.

Menurut Kabid Humas Polda NTT Kompol Henry Novika Chandra, berdasarkan informasi Kepala Kantor SAR Maumere yang disampaikan kepada Kapolres Manggarai Barat, proses penggeledahan akan diperpanjang dua hari lagi.


“Iya, dari informasi Kapolsek Manggarai Barat, menurut laporan Kepala SAR Maumere, proses pencarian diperpanjang dua hari lagi,” kata Henry.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan Kapolres Manggarai Barat, perpanjangan tersebut seiring dengan permintaan Kedutaan Besar Spanyol untuk memperpanjang proses pencarian hingga dua hari ke depan jika hingga Rabu (7/1) yang merupakan batas akhir proses pencarian, belum ada korban yang ditemukan.

Perpanjangan tersebut sesuai permintaan Kedutaan Besar Spanyol yang diterima SAR, apabila hingga Rabu belum ditemukan, kata Henry.

Dia menjelaskan, pencarian masih akan dilakukan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.

Sebelumnya, Selasa (6/1) sore pukul 14.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah seiring dengan ditemukannya kapal karam di perairan sekitar Pedde, Pulau Komodo.

Penemuan satu jenazah korban dibenarkan Kapolda NTT Irjen Polisi Rudi Darmoko.

Iya betul (ditemukan jenazah), kata Kapolda NTT Irjen Polisi Rudi Darmoko saat membenarkan melalui pesan singkat, Selasa (6/1).

Jadi, lanjut Rudi, masih ada satu lagi korban yang masih dinyatakan hilang.

Benar, korbannya tinggal satu lagi, kata Rudi Darmoko.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Maumere Fatur Rahman, Selasa (6/1) mengatakan, korban ditemukan 7,48 mil laut atau 13,85 kilometer dari lokasi dugaan tenggelam.

Korban diidentifikasi sebagai anak laki-laki berusia sepuluh tahun dan dipastikan adalah analis pelatih tim sepak bola wanita B Valencia, Fernando Martin Carreras.

Sebelumnya kapal wisata KM. Putri Sakina yang membawa 11 penumpang yang terdiri dari empat awak kapal dan tujuh penumpang termasuk enam warga asing asal Spanyol dan seorang pemandu wisata asal Indonesia, tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat malam (26/12).

Segera setelah kapal karam, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi terhadap tujuh orang yang selamat dan empat orang dinyatakan hilang dan kini dalam proses pencarian.

Hasil pencarian tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia pada Senin (29/12).

Almarhum diidentifikasi sebagai wanita asing asal Spanyol. Jadi masih ada tiga korban yang masih dalam proses pencarian.

Proses pencarian pada Minggu (4/1) membuahkan hasil ditemukannya satu lagi korban meninggal dunia, sehingga masih ada dua korban yang merupakan wisatawan asal Spanyol yang dinyatakan hilang.

Untuk memudahkan pencarian korban yang masih hilang, Polri menggunakan sistem sonar dan drone bawah air.

(ely/bac)