Berita Siapa Houthi, Milisi yang Digempur AS-Inggris Usai PBB Rilis Resolusi?

by


Jakarta, Pahami.id

Milisi Houthi menjadi fokus setelah Amerika Serikat dan Inggris menyerang kelompok tersebut Yaman pada Jumat (12/1) dini hari waktu setempat.

Menanggapi serangan tersebut, pejabat senior Houthi Mohammed Al Bukhaiti mengatakan AS dan Inggris akan menyesal menyerang Yaman.


Serangan sekutu Israel itu terjadi setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang meminta Houthi berhenti menyerang kapal komersial di Laut Merah.

Selain di atas, siapakah Houthi, milisi yang menguasai Yaman?

Menurut laporan Waktu New YorkHouthi adalah kelompok pemberontak Syiah yang didukung oleh Iran.

Kelompok ini muncul di Yaman utara pada tahun 1990an. Awalnya mereka didirikan untuk membina Zaydi Youth, sebuah organisasi Syiah di kalangan anak muda.

Pemimpin Houthi saat itu, Hussein Badr Al Din Al Houthi, kemudian menawarkan layanan pendidikan, kesejahteraan sosial, dan persaudaraan.

Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Yaman. Namun seiring berjalannya waktu, banyak protes yang dilakukan jaringan Houthi terhadap Presiden Ali Abdullah Saleh.

Hubungan antara Houthi dan pemerintah menghangat setelah Saleh mendukung program “Perang Melawan Teror” AS dan invasi Amerika ke Irak pada tahun 2003.

Keputusan Presiden Yaman saat itu dinilai merampas hak masyarakat Zaid dan mengancam tradisi Houthi.

Sejak itu, pemerintah menyatakan perang terhadap Houthi dengan berusaha memburu para pemimpin kelompok tersebut.

Pemerintah Yaman akhirnya berhasil membunuh Hussein Al Houthi.

Kemudian pada tahun 2010, konflik bersenjata di Yaman kembali meletus akibat gelombang Musim Semi Arab. Protes ini bermula dari ketidakpuasan masyarakat negara-negara Arab terhadap pemerintahnya.

Kemudian pada tahun 2014, Houthi memperbaiki hubungan dengan mantan presiden Yaman Saleh. Mereka kemudian bekerja sama.

Pada tahun yang sama, kelompok Houthi terus melancarkan serangan terhadap pemerintah yang dipimpin Abdrabbuh.

Pada akhir tahun 2014, Houthi menggulingkan pemerintah Yaman dan menduduki ibu kota Sanaa. Tindakan mereka dibantu oleh Saleh dan rakyatnya.

Peristiwa ini menjadi awal terjadinya perang saudara di Yaman. Akibat perang tersebut, lebih dari 370.000 orang tewas.

Hingga saat ini, kelompok Houthi masih menduduki Sanaa dan mengklaim sebagai pemerintahan yang berkuasa di Yaman.

Mereka menguasai sebagian besar wilayah utara, sementara Aden dikuasai oleh pemerintah yang diakui secara internasional.

Yaman relatif tenang selama setahun terakhir. Namun serangan Houthi terhadap Israel meningkatkan risiko konflik, terutama bagi Arab Saudi.

Kelompok Houthi mengklaim mereka ikut menyerang Israel karena ingin membantu Hamas. Mereka juga menyerang kapal-kapal komersial, terutama yang berafiliasi dengan Israel, yang transit di Laut Merah.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

!function(f,b,e,v,n,t,s){if(f.fbq)return;n=f.fbq=function(){n.callMethod?
n.callMethod.apply(n,arguments):n.queue.push(arguments)};if(!f._fbq)f._fbq=n;
n.push=n;n.loaded=!0;n.version=’2.0′;n.queue=[];t=b.createElement(e);t.async=!0;
t.src=v;s=b.getElementsByTagName(e)[0];s.parentNode.insertBefore(t,s)}(window,
document,’script’,’//connect.facebook.net/en_US/fbevents.js’);

fbq(‘init’, ‘1047303935301449’);
fbq(‘track’, “PageView”);