Berita Salju dan Hujan Lebat Tewaskan 61 Orang di Afghanistan

by
Berita Salju dan Hujan Lebat Tewaskan 61 Orang di Afghanistan


Jakarta, Pahami.id

Cuaca ekstrem berupa salju dan hujan lebat yang menewaskan sedikitnya 61 orang Afganistan dalam tiga hari terakhir. Otoritas penanggulangan bencana setempat mengatakan bencana tersebut juga menyebabkan ratusan korban luka dan kerusakan besar di kawasan pemukiman.

Otoritas Manajemen Bencana Afghanistan (ANDMA) pada Sabtu (waktu setempat) menyebutkan kematian tercatat antara Rabu hingga Jumat, terutama di beberapa wilayah di wilayah tengah dan utara negara itu.


Dalam laporan awal yang dibagikan melalui media sosial, sekitar 360 keluarga terkena dampak langsung cuaca ekstrem tersebut.

Juru bicara ANDMA mengimbau warga menghindari perjalanan yang tidak penting, terutama di jalan bersalju. Dalam pernyataannya kepada AFPDia mengatakan sebagian besar kematian disebabkan oleh runtuhnya atap dan longsoran salju.

Sejumlah korban lainnya meninggal karena hipotermia pada suhu di bawah titik beku.

Di provinsi selatan Kandahar, enam anak dilaporkan tewas setelah atap rumah mereka runtuh akibat angin kencang dan hujan lebat pada hari Rabu. Kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi di beberapa distrik lainnya.

Jalan utama terputus

Bencana tersebut juga memutus jalur transportasi penting. Jalan raya Salang, salah satu jalan utama yang menghubungkan Kabul dengan provinsi utara Afghanistan, ditutup karena salju lebat, menurut pihak berwenang di provinsi Parwan.

Di provinsi Bamiyan, wilayah pegunungan di Afghanistan tengah, bantuan makanan telah didistribusikan kepada para pelancong yang terjebak di jalur pegunungan karena cuaca buruk.

Selain itu, saluran transmisi listrik dari Uzbekistan rusak pada hari Kamis, menyebabkan hampir 12 provinsi tanpa listrik.

Juru Bicara Perusahaan Listrik Nasional Afganistan, DABS, Mohammad Sadiq mengatakan, tim teknis sudah bersiap melakukan perbaikan, namun belum bisa mencapai lokasi karena akses menuju Salang Pass masih ditutup.

Salju dan hujan lebat juga merusak toko-toko dan membunuh ternak di banyak wilayah di negara ini, yang sebagian besar masih bergantung pada pertanian dan peternakan.

Harian Kabul Times menulis dalam editorialnya bahwa salju dan hujan sebenarnya dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan mata pencaharian di Afghanistan jika dikelola dengan baik. Namun, tanpa persiapan dan pengobatan yang memadai, fenomena alam ini bisa dengan cepat berubah menjadi tragedi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya memperkirakan sekitar setengah dari lebih dari 40 juta penduduk Afghanistan akan membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun ini, menyusul penurunan tajam bantuan internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Bencana alam seperti gempa bumi dan kekeringan juga kerap memperburuk kondisi kehidupan masyarakat di negeri ini.

(sels/sel)