Jakarta, Pahami.id —
Proses pencarian korban tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, hingga saat ini masih menghadapi sejumlah kendala. hujan Arus deras yang terus mengalir di lokasi kejadian menjadi faktor utama yang menyulitkan tim gabungan dalam melaksanakan operasi. transfer.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin mengatakan, tim gabungan Basarnas dan SAR sebenarnya sudah siap diterjunkan ke wilayah terdampak. Namun kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan proses pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Tim gabungan Basarnas dan SAR sudah siap, namun lokasi masih diguyur hujan sehingga menyulitkan proses pencarian, kata Bambang di lokasi kejadian.
Selain faktor cuaca, kendala juga muncul dari penggunaan alat berat. Meski alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah diberitahukan, namun akses menuju lokasi longsor masih dalam tahap koordinasi.
“Alat berat sudah ada dan siap di bagian atas, namun akses jalan masih kita koordinasikan. Tanah masih lunak dan masih ada pergerakan material,” jelasnya.
Bambang menambahkan, area pencarian korban cukup luas, yakni sekitar tiga kilometer mulai dari kawasan Mahkota hingga sisi kiri lokasi terdampak. Situasi ini memerlukan kehati-hatian lebih agar tidak merugikan petugas di lapangan.
Terkait data korban, Bambang mengatakan, jumlah warga terdampak saat ini tercatat 113 orang. Dari jumlah tersebut, delapan orang telah ditemukan. Tujuh korban sudah teridentifikasi, sedangkan dua korban lainnya masih dalam pencarian.
Delapan korban ini ditemukan di beberapa titik berbeda di area pencarian, ujarnya.
Untuk menangani korban dan warga terdampak, BPBD telah menyiapkan sejumlah posko, mulai dari posko utama hingga posko lapangan yang tersebar di beberapa titik. Jabatan tersebut antara lain Basarnas dan SKPDB di wilayah Tanjang Reach.
Saat ini kebutuhan mendesak para pengungsi antara lain kasur, selimut, dan kebutuhan pokok karena mereka masih tinggal di pengungsian. Bantuan logistik dari Pemprov Jabar mulai berdatangan.
Jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.
(csr/tis)

