Jakarta, Pahami.id –
Kementerian Luar Negeri Indonesia akan terus menciptakan komunikasi dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan yang terkait dengan penerapan tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump
“Mengirim delegasi tinggi ke Washington DC untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah AS,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (3/4).
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah memberikan berbagai langkah untuk menjawab masalah yang diangkat oleh pemerintah AS.
Salah satu dari mereka disajikan dalam laporan National Trade Budget 2025 (NTE) yang diterbitkan oleh perwakilan perdagangan AS.
Prabowo mengarahkan lemari merah dan putih untuk mengambil langkah -langkah strategis dan peningkatan kebijakan struktur dan deregulasi.
“Ini adalah aturan yang memfasilitasi dan menghilangkan aturan, terutama dalam kaitannya dengan hambatan non -tarif,” katanya.
Langkah lain dari kebijakan strategis adalah bahwa pemerintah akan terus meningkatkan iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang luas.
Selain itu, Indonesia juga mendirikan komunikasi dengan Malaysia sebagai pemegang kelincahan ASEAN untuk mengambil langkah bersama.
Hari ini, Trump menetapkan tingkat impor baru ke AS. Kebijakan ini berlaku untuk lebih dari 180 negara.
Kebijakan ini memicu perang dagang antara Amerika Serikat dan negara -negara lain di dunia.
RI tidak melarikan diri sebagai negara yang terkena dampak kebijakan Trump. Tingkat impor baru yang dikenakan pada Indonesia adalah 32 persen.
Jumlahnya menampung Indonesia di tempat ke -6 di wilayah ASEAN. Meskipun negara di ASEAN yang dipaksakan oleh tarif baru tertinggi adalah Kamboja dengan besarnya 49 persen.
(MNF/ASA)