Berita Relawan dari Aceh Tak Dibayar Biaya Dinas APBD: Bakti Sosial

by


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Provinsi Aceh memastikan aparatur sipil negara (ASN) atau relawan non-ASN di Pemerintahan Aceh yang berangkat membersihkan fasilitas umum yang terkena bencana hidrometeorologi banjir-longsor tidak menerima biaya perjalanan dinas.

Salah satunya adalah relawan Pemerintah Aceh yang membantu bersih-bersih di Kabupaten Tamiang Aceh.

Juru Bicara Posko Penanggulangan Banjir dan Longsor (Posko) Aceh, Murthalamuddin membenarkan, tidak ada biaya perjalanan resmi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) untuk relawan asal Aceh.


“Setiap petugas ASN/P3K/Non-ASN yang menjadi relawan bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang tidak menggunakan biaya perjalanan dinas APBA,” kata Murthalamuddin di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (3/1) seperti dikutip dari di antara.

Dijelaskannya, kehadiran ribuan ASN/P3K/Non-ASN di lingkungan Pemerintah Aceh ke daerah bencana hingga Aceh Tamiang khususnya merupakan bagian dari aksi kemanusiaan di daerah bencana.

Kehadiran mereka di sana untuk membersihkan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan akan kembali membersihkan sekolah, ujarnya.

Menurut dia, guna memastikan anggaran perjalanan dinas tidak terpakai, Sekda Aceh juga telah memberikan instruksi kepada setiap pejabat struktural, pejabat fungsional, dan setiap petugas ASN/P3K/Non-ASN yang merupakan relawan bencana banjir dan longsor untuk tidak menggunakan biaya perjalanan dinas APBA instansi tersebut.

“Himbauan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa mereka yang dikerahkan hari ini untuk membersihkan fasilitas umum adalah bagian dari kegiatan bakti sosial,” kata Murthalamuddin.

Kali ini, Pemerintah Aceh kembali mengirimkan 4.000 relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah untuk bakti sosial tahap kedua ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Sebelumnya, pada 29-30 Desember 2025, pemerintah Aceh juga telah mengirimkan 3.000 relawan ASN tahap pertama untuk melaksanakan bakti sosial membantu membersihkan fasilitas umum yang terkena dampak banjir di Aceh.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat – kini berjumlah 1.167 orang hingga Sabtu (3/1).

“Hari ini ada tambahan 10 orang dari Aceh Utara. Sehingga per hari ini tanggal 3 Januari 2026 jumlah korban meninggal mencapai 1.167 orang,” kata Kepala Pusat Informasi, Data dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di YouTube BNPB.

Sedangkan berdasarkan data BNPB, masih ada 165 orang hilang akibat bencana tersebut.

Muhari juga menjelaskan, jumlah pengungsi mengalami penurunan signifikan sejak dua hari terakhir. Data BNPB mencatat 257.780 pengungsi.

Hal ini menunjukkan, selain progres pembersihan kawasan yang kini dilakukan dengan sangat aktif, gabungan aparatur, masyarakat, relawan dan seluruh pihak yang terlibat juga sudah mulai melakukan pembersihan kawasan pemukiman, khususnya rumah-rumah yang terkena dampak sedang hingga ringan, katanya.

Muhari menjelaskan, warga yang masih tinggal di pengungsian adalah mereka yang rumahnya rusak parah atau hanyut akibat banjir dan tanah longsor.

(antara/anak-anak)