Jakarta, Pahami.id —
Sejumlah media Israel memberitakan tentang Pemimpin Tertinggi tersebut Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Israel ke negara itu pada Sabtu (28/2).
Sejumlah orang Israel menceritakan Walla bahwa Khamenei dilaporkan terputus dari komunikasi dan nasibnya tidak pasti.
Saluran 12 Israel melaporkan bahwa sebagian warga Israel yakin tanda-tanda kematian Khamenei semakin kuat.
Mengutip laporan resmi Israel, Saluran 12 Israel mengatakan Khamenei setidaknya terluka dalam serangan Tel Aviv terhadap sebuah bangunan yang diyakini sebagai kediaman pemimpin tertinggi Iran.
Pejabat tersebut mengatakan penilaian ini didasarkan pada citra satelit dari area sekitar rumah yang diyakini milik Khamenei.
Dilaporkan Pos Yerusalempenilaian awal di kalangan pejabat Israel menunjukkan bahwa Khamenei mungkin terluka dalam serangan itu.
Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Israel dan Amerika Serikat bahwa mereka membantu Tel Aviv melancarkan serangan ke Teheran.
Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Israel-AS ini.
Informasi tersebut diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel dan satu sumber regional, seperti dilansir Reuters.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Israel dan AS.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Khamenei dan seluruh pejabat tinggi lainnya masih hidup dan telah dipindahkan ke tempat yang aman.
Wawancara dari Teheran, kata Araghchi Berita NBC bahwa Khamenei masih hidup “sejauh yang saya tahu”.
“Semua pejabat tinggi masih hidup,” kata Araghchi.
Dia mengatakan setidaknya dua komandan Iran tewas dalam serangan Israel, namun pejabat senior lainnya termasuk Ketua DPR dan Ketua Mahkamah Agung Iran selamat.
Araghchi juga mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan negara-negara Arab yang juga menjadi sasaran serangan balik Iran.
“Kami telah menjelaskan kepada mereka bahwa kami tidak bermaksud menyerang mereka, namun kami menyerang pangkalan Amerika sebagai tindakan membela diri,” kata Araghchi seperti dikutip. AFP.
Araghchi menambahkan meski saat ini tidak ada komunikasi dengan Washington, Teheran siap berdialog.
“Jika Amerika ingin berbicara dengan kami, mereka tahu cara menghubungi saya. Kami tentu saja terbuka untuk melakukan deeskalasi,” katanya.
(rds)

