Berita Pidato di WEF, Prabowo Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Praktik Suap di RI

by
Berita Pidato di WEF, Prabowo Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Praktik Suap di RI


Jakarta, Pahami.id

Presiden Prabu Subianto menegaskan sikap tegas pemerintah Indonesia dalam menolak praktik korupsi, saat berbicara di panggung World Economic Forum (WEF) di Swiss, Kamis (22/1).

Dalam forum tersebut, Prabowo mengecam pendapat sejumlah pengusaha terkait korupsi pejabat dan menegaskan pemerintahannya tidak memberi ruang terhadap praktik tersebut.


“Saya mendapat laporan, dalam pertemuannya ada yang bilang, ‘Tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli.’ Saya menantang mereka yang berani menyuap pemerintah saya. Mereka akan kaget,” kata Prabowo.

Prabowo menyatakan, pada tahun pertama kepemimpinannya, pemerintah telah mengambil tindakan penegakan hukum yang sangat tegas.

Salah satu akibatnya adalah penyitaan sekitar 4 juta hektar lahan pertanian dan penguasaan tambang ilegal secara ilegal.

Menurut Prabowo, praktik tersebut tidak mencerminkan mekanisme pasar bebas, melainkan merupakan bentuk keserakahan atau keserakahan ekonomi.

Sistem ini memungkinkan segelintir pihak mendapatkan keuntungan besar dengan mengorbankan hukum, lingkungan hidup, dan kepentingan masyarakat.

“Mungkin di banyak negara ada masa seperti ini, zaman cukong perampok,” kata Prabowo.

Selain menyita lahan ilegal, pemerintah juga membatalkan izin 28 perusahaan yang menguasai 1,01 juta hektare.

Langkah ini diambil setelah ditemukan beberapa pelanggaran, termasuk aktivitas perkebunan di kawasan hutan lindung.

“Ini pelanggaran supremasi hukum secara terang-terangan. Mungkin para pengusaha serakah ini merasa tidak perlu menghormati kedaulatan Negara Indonesia, atau merasa bisa membeli seluruh pejabat pemerintah,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan, sejauh ini pemerintah telah menutup sekitar 1.000 tambang ilegal.

Namun, laporan internal menunjukkan setidaknya masih ada 1.000 tambang ilegal lainnya, serta ratusan perusahaan yang diduga melakukan pelanggaran serupa.

“Jadi saya bilang, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa berani menegakkan hukum. Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada hambatan,” tegasnya.

Prabowo menegaskan, segala upaya penegakan hukum merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat Indonesia.

Rakyat saya menuntut hal itu. Dan kami bertekad melayani rakyat dengan jujur, pungkas Prabowo.

(rnp/dna)