Berita Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina saat Ramadan

by
Berita Pemukim Israel Bakar Masjid di Tepi Barat Palestina saat Ramadan


Jakarta, Pahami.id

Pemukim ilegal Israel grafiti dan pembakaran masjid Tepi Barat ditempati, di bulan suci Ramadhan.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap rakyat Palestina sejak pecahnya perang di Gaza.

Menurut kantor berita Wafa, para pemukim melukis slogan-slogan rasis di dinding Masjid Abu Bakar as-Siddiq yang terletak antara Sarra dan Tal, dekat Nablus, di wilayah utara Tepi Barat.


Jamaah yang datang untuk salat subuh melihat pintu masuk masjid terbakar dan dipenuhi asap hitam, serta beberapa kerusakan di area bangunan, seperti dilansir AP.

Saya kaget saat membuka pintu. Api menghanguskan kawasan ini, kaca pecah dan pintu rusak, kata Munir Ramadan, warga sekitar, dikutip Al Jazeera.

Dia mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan dua orang mendekati masjid membawa bensin dan cat semprot sebelum melarikan diri.

Pelaku juga menulis grafiti yang menghina Nabi Muhammad SAW dan menuliskan kata “balas dendam” dan “label harga”. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk pada serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Tentara dan polisi Israel menyatakan telah merespons kejadian tersebut dan memburu pelakunya.

Namun, kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menilai otoritas Israel kerap membiarkan kekerasan pemukim terjadi tanpa konsekuensi hukum.

Organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem menuduh pemerintah Israel secara aktif mendukung kekerasan pemukim sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat kontrol atas tanah Palestina.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan pemukim sering kali terjadi dengan persetujuan atau bahkan dukungan pasukan keamanan Israel.

Serangan terhadap masjid terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat sejak invasi Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan data terkini PBB, total 1.094 warga Palestina tewas akibat ulah tentara Israel dan pemukim di wilayah tersebut sejak konflik dimulai.

Pekan lalu, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengatakan kebijakan Israel di Tepi Barat, penggunaan kekerasan dan pembongkaran rumah-rumah warga Palestina, berkontribusi terhadap pengungsian komunitas Palestina.

Laporan tersebut mengatakan situasi tersebut berpotensi menyebabkan pengungsian paksa dan menimbulkan kekhawatiran serius mengenai perubahan demografis di wilayah pendudukan.

Di desa Tal, warga Salem Ishtayeh mengatakan serangan masjid secara khusus menargetkan warga Palestina yang berpuasa selama Ramadhan.

“Mereka sengaja memprovokasi dengan kata-kata. Mereka tidak hanya menyerang secara pribadi, tapi juga menyerang Islam,” ujarnya.

Menurut Kementerian Agama Otoritas Palestina, pemukim telah merusak atau menyerang 45 masjid di Tepi Barat selama setahun terakhir.

(rnp/dna)