Berita Pemerintahan Khamenei Siap Perang jika AS Gempur Iran

by
Berita Pemerintahan Khamenei Siap Perang jika AS Gempur Iran


Jakarta, Pahami.id

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa dia siap bertarung jika Amerika Serikat intervensi terhadap urusan negara Timur Tengah ini menyusul demonstrasi besar-besaran beberapa hari lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa pemerintah tidak menginginkan perang dan tidak akan melancarkan serangan awal.


“Kami tidak menginginkan perang, tapi kami siap menghadapinya sepenuhnya, bahkan lebih siap dari perang sebelumnya,” kata Baghaei, Senin (12/1), dikutip CNN.

Ia kemudian berkata, “Alasannya jelas: cara terbaik mencegah perang adalah dengan mempersiapkan perang, sehingga musuh kita tidak lagi melakukan kesalahan.”

Meski demikian, Baghaei juga menegaskan Iran terbuka untuk berdialog dengan Amerika Serikat.

Dia mengatakan jalur komunikasi antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff tetap terbuka. Baghaei menyarankan agar saluran ini juga dapat digunakan untuk komunikasi yang lebih intens guna membahas situasi di Tanah Air.

Lebih lanjut, dia mengatakan AS telah menyampaikan hal dan gagasan tertentu kepada Iran.

Sementara itu, Araghchi juga menegaskan Iran siap bernegosiasi dengan AS berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan.

“Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, kami juga siap melakukan perundingan, namun perundingan yang adil dan bermartabat, dari posisi yang sama, saling menghormati dan berdasarkan kepentingan bersama,” kata Araghchi.

Sejak awal Januari, Iran dilanda demonstrasi massal. Awalnya warga protes karena inflasi yang tinggi, namun kemudian tuntutan menyebar hingga memaksa pemerintahan Ali Khamenei mundur.

Di tengah situasi ini, pihak berwenang Iran menggunakan kekerasan berlebihan terhadap para pengunjuk rasa. Khamenei juga menuduh demonstrasi tersebut disusupi oleh para pendukung Amerika Serikat.

AS juga disebut siap menyerang Iran dengan dalih mendukung kebebasan rakyat negara tersebut.

(isa/bac)