Berita Mendikti Saintek Janji Tindak Tegas Pelaku Bully PPDS Unsri

by
Berita Mendikti Saintek Janji Tindak Tegas Pelaku Bully PPDS Unsri


Jakarta, Pahami.id

Direktur Sains dan Teknologi Brian Yuliarto memastikan akan menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus dugaan perundungan (intimidasi) dan pemerasan mahasiswa yang dilakukan senior Program Pendidikan Dokter Spesialis Mata (PPDS) Universitas Sriwijaya di RS Mohammad Hoesin, Palembang.

Ia pun mengaku sudah menghubungi Rektor Universitas Sriwijaya untuk berkoordinasi terkait kasus tersebut.


Kita lihat saja nanti. Saya sudah koordinasi dengan Rektor Unsri, tentunya akan ada tindakan disiplin setiap pelanggarannya, kata Brian di Istana, Jakarta, Kamis (15/1).

Brian juga mengatakan, Unsri juga tidak tinggal diam menyikapi kejadian tersebut.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan juga menghentikan sementara program PPDS mata Unsri di RSMH Palembang.

Kepala Unit Pengawasan Intern (SPI) RS Mohammad Hoesin Palembang, Wijaya membenarkan pemberhentian sementara PPDS Mata Fakultas Kedokteran (FK) Unsri di RSMH Palembang.

Wijaya menjelaskan, pemecatan Kementerian Kesehatan karena proses perundungan ini terjadi berulang kali.

Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang dan waktu bagi perbaikan sistem pembelajaran dan proses pendidikan.

“Iya betul, dan kemarin sudah kami informasikan dan sejak kemarin PPDS Mata FK Unsri diberhentikan sementara,” kata Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (13/1).

Sementara itu, Direktur Utama RSMH Palembang Siti Khalimah membenarkan adanya tindakan perundungan terhadap mahasiswa Unsri yang dilakukan oleh kalangan atas atau lansia dalam program PPDS.

Menurutnya, RSMH bersama FK Unsri telah melakukan penyelidikan dan memberikan rekomendasi kepada FK Unsri untuk mengambil tindakan terkait kejadian perundungan dan pemerasan yang dialami korban.

Kasus dugaan perundungan dan pemerasan ini terungkap setelah viral di media sosial. Korban merupakan mahasiswa PPDS Unsri.

Ia disebut pernah mencoba bunuh diri dan mengundurkan diri dari program PPDS karena tak tahan di-bully oleh para lansia.

Bentuk perundungan yang diterima korban dari para senior adalah membayar gaya hidup mewah seniornya seperti membayar biaya semester senior, klub dan pesta senior, peralatan olahraga, padel, sewa sepeda dan klub sepak bola untuk senior, membeli perawatan kulit, membayar makanan dan minuman untuk senior.

(fra/mnf/fra)