Berita Megawati Telepon Kader Tangani Banjir Aceh: Percepat Bantuan Korban

by
Berita Megawati Telepon Kader Tangani Banjir Aceh: Percepat Bantuan Korban


Jakarta, Pahami.id

Pimpinan Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memantau kerja tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Baguna) Parti Banteng yang terlibat langsung dalam penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.

Momen tersebut diwujudkan Megawati melalui sambungan telepon di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1).

Dalam kesempatan itu, Megawati meminta tim Baguna PDIP bergerak cepat memastikan kebutuhan para korban terpenuhi. Menurut Megawati, kecepatan waktu menjadi prinsip penting dalam penanggulangan bencana.


Saya selalu bilang, untuk mengatasi bencana ini yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu, kata Megawati.

Dalam laporannya dari Lhokseumawe, Aceh, Wakil Sekjen PDIP Sri Rahayu mengatakan, mayoritas masyarakat saat ini masih menderita beberapa penyakit, antara lain gatal-gatal, darah tinggi, sakit mata, dan diare.

Yayu, sapaan akrabnya, mengatakan tim medis PDIP hingga Minggu (11/1) telah melakukan tes kesehatan terhadap sekitar 800 warga. Dia juga telah mendistribusikan obat-obatan kepada mereka.

“Alhamdulillah obatnya masih ada ya Bu. Kami akan periksa lagi setelah hari ini karena hari ini banyak masyarakat yang berobat,” kata Yayu.

“Iya makanya perlu ada sistem agar hal ini terjadi terus menerus, apa namanya, lihat kebutuhannya lalu berapa kebutuhannya.

Megawati dalam kesempatan itu juga menanyakan kebutuhan susu bagi anak dan anak.

“Bagaimana dengan susu?” katanya.

“Susu mungkin dibutuhkan untuk bayi usia 0 hingga 6 bulan. Karena di lapangan kami menemukan tidak semua ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan memberikan ASI. Jadi ketika banjir datang mereka terganggu karena yang tidak menyusui tidak bisa memberikan makanan untuk anak-anaknya,” kata Michelle, ketua tim medis Baguna.

Michelle menceritakan kepada Megawati bahwa seorang ibu bahkan berani mencuri susu anaknya di mini market karena tidak punya uang untuk membelinya.

“Itu yang terjadi kemarin di Indomaret, mereka membobol Indomaret, sampai salah satu orang tua pasien saya menangis, ‘Saya bukan orang jahat tapi saya harus melakukan ini karena saya tidak tahu harus beli susu di mana lagi’,” kata Michelle.

“Iya, akan segera dikirim. Karena saya selalu bilang, untuk mengatasi bencana ini yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu,” jawab Mega.

(fra/thr/fra)