Berita Masa Bodoh Eropa Kirim Pasukan, Trump Tetap Ngotot Rebut Greenland

by
Berita Masa Bodoh Eropa Kirim Pasukan, Trump Tetap Ngotot Rebut Greenland


Jakarta, Pahami.id

Gedung Putih mengonfirmasi pengerahan pasukan Eropa ke sana Tanah penggembalaan tidak melemahkan kemauan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memiliki pulau itu.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kehadiran pasukan Uni Eropa di Greenland tidak akan mempengaruhi tujuan Trump untuk memperoleh wilayah tersebut.


“Saya kira kehadiran tim Eropa tidak akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan Presiden, juga tidak akan mempengaruhi tujuannya mengakuisisi Greenland,” kata Leavitt dalam konferensi pers, Kamis (15/1), seperti dikutip AFP.

Negara-negara Eropa sibuk mengerahkan pasukan ke Greenland di tengah ancaman Trump untuk menyerang pulau tersebut.

Sebanyak 13 anggota tim pengintai Jerman telah menuju Greenland sejak pekan lalu. Tiga tentara Swedia dan dua tentara Norwegia juga dikirim.

Prancis juga mengatakan akan mengirimkan sekitar 15 ahli pegunungan, yang dalam beberapa hari mendatang akan diperkuat dengan aset darat, udara, dan laut.

Sedangkan Belanda ingin mengirimkan satu anggota angkatan laut dan Finlandia dua petugas penghubung tentara Seorang tentara Inggris juga bergabung dengan kelompok kepanduan.

Pengerahan pasukan dalam jumlah terbatas dilakukan untuk membantu Denmark mempersiapkan latihan militer pada akhir tahun depan. Pengerahan pasukan juga dilakukan karena Eropa mewaspadai ancaman invasi Trump.

Trump baru-baru ini meningkatkan ambisinya untuk mengambil alih Greenland. Ia sudah lama memimpikan pulau kaya mineral ini dengan alasan Greenland penting bagi keamanan AS. Alasan utamanya adalah karena mereka takut Rusia dan China akan mendominasi Greenland terlebih dahulu.

Media melaporkan bahwa Trump telah memerintahkan militer untuk menyusun rencana invasi ke Greenland. Sejak resmi menjabat, Trump tidak mengesampingkan opsi militer di Greenland.

Ketidakpedulian Gedung Putih terjadi setelah pertemuan pada Rabu (14/1) gagal menyelesaikan ‘perselisihan mendasar’ atas Greenland, yang menurut Trump perlu untuk menjamin keamanan AS.

Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio bertemu dengan Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland di Washington untuk membahas masalah ini.

Menurut Perdana Menteri (PM) Denmark, Mette Frederiksen, terjadi perbedaan pendapat dalam pertemuan tersebut karena AS masih bersikeras untuk mengambil alih Greenland.

“Hal ini tidak mengubah fakta bahwa terdapat perbedaan pendapat mendasar karena ambisi Amerika untuk mengambil alih Greenland tetap utuh,” kata Frederiksen.

Meskipun demikian, negara-negara NATO sepakat untuk meningkatkan kehadiran militer di Arktik untuk menjamin keamanan Eropa dan Amerika Utara.

(blq/asr)