Jakarta, Pahami.id –
Wakil Presiden Republik ke -10 dan ke -12 Indonesia Jusuf Kalla Alias JK telah memilih Indonesia dalam 24 jam terakhir. Dia meminta semua orang untuk menahan diri dan menjaga situasi aman dan terkendali.
Dia mengingatkan bahwa jika ini tersebar luas, itu akan berdampak langsung pada kehidupan orang Indonesia.
“Jika kita menyala seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti, ini bisa lama,” kata Jusuf Kalla dalam sebuah pernyataan ketika dia bertemu di rumahnya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada hari Jumat (29/8).
JK juga menyatakan belasungkawa atas kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi taksi sepeda motor online (OJU), karena dipukuli dan dioperasikan oleh Brimob Tactical Vehicle (Rantis) pada Kamis (8/28) malam.
JK kemudian meminta polisi untuk menuntut dan mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat dalam insiden atau pihak yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan.
“Dalam situasi hari ini, tentu saja kami menyampaikan kesedihan yang mendalam atas kematian Affan Kurniawan,” kata JK
“Ini mudah disampaikan dengan baik bahwa semua bersalah harus diberikan tindakan yang cocok, keras,” kata JK.
“Kami benar -benar memahami perasaan pengemudi yang mati, tetapi jika kota tetap ada, maka masalah masalahnya, dapat menyebabkan pendapatan mereka berkurang dan pasti akan mengarah pada hidupnya,” katanya.
Pada kesempatan itu, JK menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat dan perwakilan rakyat untuk menahan dan menyaring setiap pidato dan tindakan.
“Ini adalah pelajaran yang hebat. Pejabat, anggota DPR untuk menahan diri. Jangan hanya berbicara dengan siapa yang bisa menghina dan melukai orang -orang,” tambah JK
Sisanya, dia mengingatkan pemerintah untuk mempertahankan situasi. JK khawatir bahwa jika itu terjadi, itu akan mempengaruhi kehidupan semua pihak.
“Kami berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang baik untuk masyarakat. Kami harus mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat dan melindungi masyarakat,” kata JK.
(CHRI)