Berita Makin Tegang, Jet F-35 AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab

by
Berita Makin Tegang, Jet F-35 AS Tembak Jatuh Drone Iran di Laut Arab


Jakarta, Pahami.id

Sebuah pesawat tempur Amerika Serikat menembak jatuh drone tersebut Iran yang mendekati kapal induk Paman Sam di Laut Arab pada Selasa (3/2).

Militer Amerika Serikat melaporkan menembak jatuh pesawat tak berawak Iran yang “secara agresif” mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln.


Dilaporkan ReutersMiliter AS mengatakan drone Shahed-139 Iran terbang menuju kapal induk dengan “tujuan tidak jelas” sehingga F-35 harus mengambil tindakan.

“Sebuah jet tempur Abraham Lincoln F-35C menembak jatuh drone Iran untuk membela diri dan melindungi kapal induk serta personel di dalamnya,” kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins.

Perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak berkomentar mengenai hal ini.

Sementara itu, kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa kontak dengan drone di perairan internasional telah hilang, namun penyebabnya belum diketahui.

Hawkins menambahkan, tidak ada personel militer AS yang terluka dan tidak ada peralatan AS yang rusak dalam insiden tersebut.

Presiden Donald Trump telah mengerahkan kelompok penyerang kapal induk Lincoln ke Timur Tengah menyusul ancamannya untuk menyerang Teheran jika negara tersebut menolak untuk bernegosiasi mengenai masalah nuklir.

[Gambas:Video CNN]

Rencana invasi militer AS ini juga sebagai respons atas demonstrasi berdarah yang terjadi di Iran sejak akhir Desember lalu dan menewaskan ribuan orang.

Namun, insiden penembakan drone terjadi di tengah meredanya ketegangan antara AS dan Iran, dan Trump mendesak Teheran untuk bernegosiasi. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan sudah sepakat untuk memulai dialog dengan AS, meski tetap memperingatkan jika ada serangan dari Negeri Paman Sam akan ada konsekuensi yang kuat.

Selain tembakan drone, beberapa jam kemudian Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga dilaporkan mengganggu kapal niaga berbendera dan dioperasikan warga AS di Selat Hormuz.

“Dua kapal IRGC dan sebuah drone Mohajer Iran mendekati M/V Stena Imperative dengan kecepatan tinggi dan mengancam akan menaiki serta membajak kapal tanker tersebut,” kata Hawkins.

Kelompok manajemen risiko maritim Vanguard mengatakan kapal-kapal Iran memerintahkan kapal tanker tersebut untuk mematikan mesinnya dan bersiap untuk naik ke kapal. Namun, kapal tanker tersebut justru menambah kecepatan dan melanjutkan pelayarannya.

Hawkins mengatakan kapal perang Angkatan Laut AS, McFaul, beroperasi di daerah tersebut dan mengawal Stena Imperative.

Situasi kemudian tenang dan kapal tanker berbendera AS melanjutkan pelayaran dengan selamat, ujarnya.

Batalkan dialog atau lanjutkan?

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan AS masih berencana mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Iran minggu ini meskipun ada insiden penembakan pesawat tak berawak.

“Saya baru saja berbicara dengan utusan khusus (Steve) Witkoff, dan pembicaraan ini masih dijadwalkan,” kata Leavitt kepada wartawan.

Leavitt menambahkan bahwa pertemuan itu akan berlangsung “akhir pekan ini.”

“Presiden Trump selalu ingin memprioritaskan diplomasi, tapi tentu saja dibutuhkan dua pihak untuk bisa berdansa,” kata Leavitt di luar Sayap Barat Gedung Putih.

Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut menceritakan AFP bahwa pertemuan antara Witkoff dan para pejabat Iran kemungkinan besar akan diadakan di Türkiye, yang baru-baru ini menawarkan diri sebagai mediator.

Sedangkan Witkoff merupakan pengusaha yang ditunjuk Trump sebagai negosiator AS untuk konflik global.

(rds)