Berita Lebanon Ngaku Diancam jika Biarkan Hizbullah Bantu Iran Lawan AS

by
Berita Lebanon Ngaku Diancam jika Biarkan Hizbullah Bantu Iran Lawan AS


Jakarta, Pahami.id

Pemerintah Lebanon mengaku menerima ancaman jika mengizinkan kelompok milisi Hizbullah membantu Iran perang melawan Amerika Serikat (AS).

Seorang pejabat Lebanon yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pemerintah telah diperingatkan oleh pihak-pihak internasional yang “bersahabat” mengenai “konsekuensi serius” jika mereka tidak segera menghentikan Hizbullah.


“Pemerintah Lebanon telah diperingatkan bahwa keterlibatan Hizbullah dalam mendukung Iran akan menimbulkan konsekuensi serius bagi negara tersebut,” kata pejabat tersebut, Selasa (24/2).

Pejabat Lebanon itu menambahkan bahwa pemerintah dan Kementerian Luar Negeri berupaya melindungi infrastruktur negara dari segala macam potensi bahaya.

Iran dan AS berada di ambang perang setelah Presiden AS Donald Trump mengerahkan kapal perang ke Timur Tengah sejak Januari. Armada perang bersiap menyerang Iran jika Teheran tidak membuat kesepakatan nuklir.

Iran dan AS sedang melakukan pembicaraan nuklir yang akan memasuki putaran ketiga pada Kamis (26/2). Hingga saat ini, belum ada konsensus karena Iran bersikeras bahwa senjata nuklirnya ditujukan untuk tujuan sipil.

AS menuntut Iran menghentikan semua pengayaan uranium, terutama yang berpotensi mencapai tingkat senjata nuklir.

Melihat sekutunya mendapat tekanan, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem mengatakan, dirinya tidak akan tinggal diam jika Iran diserang oleh AS atau Israel.

Departemen Luar Negeri AS pada Senin (23/2) kemudian mengambil langkah dengan memindahkan staf kedutaan di Beirut. Pasukan AS di beberapa pangkalan Washington di Timur Tengah juga telah ditarik dan dipindahkan ke lokasi lain.

Penarikan diri semacam ini dilakukan AS sebelum menyerang Iran dalam perang 12 hari, Juni 2025 lalu.

(blq/dna)