Jakarta, Pahami.id —
Sebanyak 30 orang dilaporkan tewas setelah badai musim dingin disertai suhu dingin ekstrem melanda Amerika Serikat.
Luncurkan situsnya PenjagaHampir 200 juta orang dari Texas hingga New England berada dalam status waspada bencana hingga Senin pagi (26/1).
Kematian akibat badai musim dingin dilaporkan terjadi di beberapa wilayah AS. Di Texas, seorang remaja meninggal dalam kecelakaan seluncur salju dan seorang warga meninggal karena diduga hipotermia.
Di Mississippi, Gubernur Tate Reeves mengonfirmasi dua orang tewas akibat badai tersebut, sementara seorang remaja tewas di Arkansas dan seorang pria ditemukan tewas di jalan raya di North Carolina.
Di New York City, para pejabat mengatakan delapan orang ditemukan tewas di luar sebuah rumah. Sementara itu, seorang wanita meninggal di Kansas dan tiga kematian terkait cuaca dilaporkan di Tennessee.
Badai juga menyebabkan pemadaman listrik besar-besaran. Hingga Senin sore, lebih dari 670.000 pelanggan masih mengalami pemadaman listrik.
Gangguan terjadi terutama di wilayah selatan akibat hujan beku yang merusak pepohonan dan kabel listrik.
Selain itu, topan juga menimbulkan kerusakan parah. Para pejabat di Mississippi mengatakan kerusakan tersebut memerlukan personel tambahan yang dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan pemulihan listrik.
Beberapa sekolah dan kampus, termasuk Universitas Mississippi, meliburkan kegiatan pembelajaran karena kondisi cuaca ekstrem dan proses pemulihan yang sedang berlangsung.
Cuaca ekstrem juga mengganggu perjalanan udara, dengan lebih dari 10,500 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu dan hampir 5,000 penerbangan dibatalkan pada hari Senin di seluruh Amerika.
Pada hari Senin, salju masih turun di beberapa bagian New England, meskipun salju telah berhenti di sebagian besar wilayah tengah dan timur AS.
Beberapa daerah mencatat salju lebih dari 20 inci. Sejumlah institusi publik dan sekolah di New York City dan Washington juga ditutup, dan beberapa sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh.
Layanan Cuaca Nasional (NWS) mengatakan bahwa udara yang sangat dingin akan menyebar ke dua pertiga bagian timur AS selama beberapa hari ke depan, dengan suhu minimum di bawah nol dan potensi suhu dingin yang mencapai rekor.
NWS juga memperingatkan bahwa angin dingin yang berbahaya akan terus berlanjut dan suhu di bawah normal dapat berlanjut hingga awal Februari.
Selain itu, badai musim dingin yang berpotensi besar lainnya diperkirakan akan melanda AS bagian timur pada akhir pekan mendatang, meskipun rinciannya masih belum pasti.
(rnp/bac)

