Tangsel, Pahami.id —
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengirimkan tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) untuk menguji potensi paparan gas beracun di gudang penyimpanan pestisida di kawasan Gudang BSD Techno Park, Tanggerang SelatanBanten, pasca kebakaran pada pertengahan pekan ini.
Pengujian dilakukan untuk memastikan kondisi udara di sekitar lokasi aman dari residu bahan kimia pembakaran.
Wakil PPKL KLH, Nisbah Ridho Sani mengatakan, tim membawa peralatan khusus untuk mendeteksi kandungan gas berbahaya dan menyusun tindakan penanganan lebih lanjut.
“Kami menugaskan tim yang berpengalaman dalam mendeteksi dan memulihkan efek bahan kimia. Saat ini proses pendalaman masih dilakukan dengan sejumlah alat khusus,” kata Rasio pada Sabtu, Jumat (13/2).
Menurut dia, parameter yang diuji antara lain hidrogen sulfida (H2S), karbon monoksida (CO), dan amonia (NH3). Hasil awal menunjukkan ketiga gas tersebut terdeteksi di area gudang.
Kementerian Lingkungan Hidup saat ini sedang mempersiapkan langkah lebih lanjut berupa identifikasi dan penghilangan residu bahan kimia yang dinilai berpotensi menimbulkan paparan lebih lanjut.
“Untuk mempercepat penanganan, kami sedang memeriksa bahan kimia apa saja yang ada di gudang dan perlu segera dipindahkan,” ujarnya.
Nisbah menegaskan, jika ditemukan konsentrasi gas berbahaya dalam jumlah tinggi, keadaan tersebut dapat kembali memicu pencemaran udara di sekitar gudang PT Biotek Saranatama.
Diakuinya, bau sisa bahan kimia masih tercium di lokasi tersebut. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup ingin memastikan tidak ada risiko bagi warga atau pekerja di kawasan Techno Park.
Selain pengukuran di lapangan, KLH juga mengambil sampel udara untuk diuji di laboratorium. Hasil tes akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembatasan aktivitas di sekitar wilayah terdampak.
“Jika terbukti terdapat kandungan zat berbahaya yang tinggi tentunya akan dilakukan tindakan khusus termasuk membatasi akses di sekitar lokasi,” kata Rasio.
Sementara itu, Sabtu (14/2), Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono membenarkan asap di gudang penyimpanan insektisida di Tangsel sudah benar-benar padam. Diaz mengatakan, sebagian drum biru yang ada di lokasi akan dicopot hari ini.
Saat ini tim Kementerian LH masih berada di lokasi gudang yang terbakar. Ada wakil menteri dan beberapa direktur. Tadi pagi baunya masih menyengat, dan di dalam gudang masih ada bara asap, kata Diaz kepada wartawan, Sabtu dikutip dari detik.com.
Diaz menjelaskan, petugas pemadam kebakaran tidak menyiramnya dengan air meski baunya masih menyengat. Hal ini, kata dia, untuk menghindari terjadinya reaksi kimia yang berbahaya.
“Petugas pemadam kebakaran sudah datang tapi setahu saya tidak menyiramnya dengan air, karena takut terjadi reaksi asam nitrat dengan air tersebut,” ujarnya.
Tim kemudian mengisinya dengan pasir untuk mencegah senyawa kimia tersebut menyebar ke udara sekitar, lanjut Diaz.
Gudang insektisida di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, terbakar pada Senin (9/2). Api baru bisa padam setelah 7 jam beroperasi. Kebakaran tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, namun juga meninggalkan bekas pencemaran air di Sungai Cisadane.
Banyak ikan yang mati setelah air Sungai Cisadane diduga terkontaminasi pabrik pestisida. Air sungai menjadi putih setelah tercemar.
(arl/anak)

